Grahadi

Antisipasi Wabah Virus Corona Jawa Timur

Kasus Covid-19 di Jatim Terus Bertambah, Khofifah Tambah 100 Ruang Isolasi di RSUD Dolopo Madiun

Jumlah kasus positif covid-19 di Jawa Timur yang terus bertambah membuat Pemprov Jatim merasa perlu untuk menambah terus jumlah ruang isolasi

Kasus Covid-19 di Jatim Terus Bertambah, Khofifah Tambah 100 Ruang Isolasi di RSUD Dolopo Madiun
SURYA.co.id/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau ruang isolasi di RSUD Dolopo, Kabupaten Madiun yang direncanakan akan mampu menambah kapasitas ruang isolasi hingga 100 bed, Sabtu (21/3/2020). 

SURYA.co.id | MADIUN - Jumlah kasus positif virus Corona (Covid-19) di Jawa Timur yang terus bertambah membuat Pemprov Jatim merasa perlu untuk menambah terus jumlah ruang isolasi di rumah sakit-rumah sakit di daerah.

Oleh sebab itu, gedung baru rumah sakit RSUD Dolopo Madiun akan disiapkan untuk menjadi ruang isolasi tambahan, guna antisipasi penyebaran virus corona.

Hari ini, Sabtu (21/3/2020), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau ruang isolasi di RSUD Dolopo Madiun yang direncanakan akan mampu menambah kapasitas ruang isolasi hingga 100 bed.

“Jatim ini sudah kategori darurat bencana Covid-19. Sampai semalam kita mendata tidak ada kabupaten kota di Jatim yang terdeteksi tidak ada ODP maupun PDP. Maka ini harus menjadi kewaspadaan kolektif,” kata Khofifah.

Beruntung, saat ini ada gedung baru di RSUD Dolopo yang dikonfirmasi oleh Bupati Ahmad Dawami bisa digunakan untuk menjadi tambahan ruang isolasi bagi orang yang terindikasi terpapar Covid-19.

“Di sini akan bisa menampung 100 pasien. Maka kami akan menjadikan titik ini opsi untuk memberikan perawatan baik ODP maupun PDP covid-19,” tegas Khofifah.

Selain itu yang juga menjadi pertimbangan selanjutnya adalah dokter, tenaga medis dan paramedis.

Saat ini ketersediaan dokter paru di Jawa Timur hanya 152 orang saja. Di Madiun total ada 3 dokter paru. Yaitu di RSUD dr Soedono, RSUD Dolopo dan RSUD Caruban yang masing-masing memiliki satu orang dokter paru.

“Aparatur medik dan para medik di Jatim tentu ada keterbatasan waktu untuk melayani. Kalau kita bisa melakukan preventif lebih kuat artinya kita tidak keluar rumah kecuali penting kemudian menjaga PHBS, maka akan menghindarkan kita dari penyebaran Covid-19,” tegasnya.

Lebih lanjut terkait ruang isolasi di RSUD Dolopo ini memang masih belum terisi sepenuhnya. Kondisi ruang ruang kamar gedung masih kosong dan hanya beberapa ruang yang sudah tersedia bed, peralatan ventilator dan juga perlengakapan yang lain.

Artinya masih dibutuhkan banyak tambahan peralatan guna menyatakan gedung ini sudah digunakan sebagai penyediaan ruang isolasi tambahan untuk kasus Covid-19.

“Ruangannya sangat nyaman di sini. Maka sekarang ketua gugus kuratif akan melakukan koordinasi dengan RSUD Dolopo, agar bisa dihitung apa yang bisa disupport dari pemprov dan juga yang dari pemkab, artinya ada gotong royong di sini,” kata Khofifah.

Mulai untuk penyediaan bed, hingga peralatan medis gang lain. Gugus tugas bersama dirut akan menghitung kebutuhannya.

“Tapi meski kita menyediakan ruang isolasi, masyarakat bisa isolasi mandiri itu lebih baik. Kita kalau gotong royong mencari solusi maka mudah-mudahan badai ini cepat berlalu,” terang Khofifah.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved