Virus Corona di Surabaya
Imbas Pandemi Virus Corona, Jumlah Pemohon Paspor di Surabaya Menurun
Jumlah pemohon paspor di Kantor Imigrasi Kelas 1 Surabaya pada Maret 2020 ini mengalami penurunan seiring merebaknya wabah virus Corona (Covid-19)
Penulis: Danendra Kusumawardana | Editor: Cak Sur
SURYA.co.id | SURABAYA - Jumlah pemohon paspor di Kantor Imigrasi Kelas 1 Surabaya pada Maret 2020 ini mengalami penurunan.
Penurunan tersebut terjadi seiring merebaknya wabah virus Corona (Covid-19) di Indonesia dan sejumlah negara.
Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi Kelas 1 Surabaya, Nanang Mustofa menyebut, jumlah pemohon paspor sampai pertengahan Maret hanya sebanyak 4.068 orang. Jumlah itu lebih kecil dibanding Februari yang totalnya mencapai 12.352 pemohon.
"Normalnya, per bulan ada 12.000 orang yang mengurus paspor. Di bulan Maret saya prediksi menurun drastis, jumlahnya tak menyentuh angka 12.000," katanya Sabtu, (21/3/3030).
Dia mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih membuka pelayanan pengurusan paspor meski virus Corona telah menyebar ke sejumlah negara.
Setiap 2 minggu, lanjut Nanang, pihaknya membuka kuota 200 pemohon.
"Sampai saat ini kuota pemohon masih banyak, belum mencapai 200 orang. Penurunan jumlah pemohon terjadi karena merebaknya virus Corona. Sejumlah negara seperti Itali dan Korea Selatan dilockdown. Faktor lain, Pemerintah Arab Saudi juga mengambil kebijakan untuk menunda keberangkatan umroh," terangnya.
Di sisi lain, Nanang menjelaskan, sesuai dengan Peraturan Kemenkuham Nomor 7 Tahun 2020 Pemerintah membatasi pemberian visa dan izin tinggal bagi warga asing (WNA) di antara Itali, Korea Selatan, serta warga negara Tiongkok. Itu sebagai langkah pencegahan masuknya virus corona di wilayah Indonesia.
"Ketentuannya setiap warga negara asing yang diketahui pernah singgah atau menghuni, Tiongkok, Itali dan Korea Selatan selama 14 hari kami tolak pengurusannya," jelasnya.
Sementara itu, jumlah pemohon paspor Kantor Imigrasi Kelas 1 Tanjung Perak juga mengalami hal yang sama.
Kasubsie Informasi dan Komunikasi Imigrasi Klas 1 Tanjung Perak, Ronald mengatakan penurunan jumlah pemohon paspor presentasenya mencapai 50-70 persen. Perhari, pihaknya membuka kuota untuk 100 pemohon.
"Penurunan jumlah pemohon sudah terjadi sejak satu pekan terakhir. Ini karena efek wabah virus corona. Selain itu, dari Dirjen Keimigrasian juga telah mengimbau untuk menunda bepergian ke luar negeri. Hal tersebut telah disampaikan ke kami untuk para pemohon," katanya.
Pihaknya juga mengimbau, bagi para pemohon paspor untuk mengurus melalui Aplikasi Antrean Paspor Online (APAPO).
"Pengurusan paspor bisa melalui APAPO. Itu untuk memudahkan warga mengurus paspor serta sebagai upaya mengurangi penumpukan pemohon," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/warga-saat-mengurus-paspor-di-imigrasi-kelas-i-pelabuhan-tanjung-perak.jpg)