Berita Bisnis

Kini Jadi Barang Langka, Ternyata Ekspor Masker di Jawa Timur Pada Februari 2020 Naik 400 Persen

Ekspor masker di Jatim meningkat tajam, di bulan Januari 2020 nilai ekspor masker ini mencapai sebesar 509,27 ribu dollar Amerika

SURYA.co.id/Fikri Firmansyah
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Dadang Hardiwan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Di tengah-tengah kian langkanya masker pada saat wabah virus corona (Covid-19) saat ini, khususnya di Jawa Timur. Ternyata, pada Februari 2020, Jatim telah melakukan ekspor masker dengan nilai yang cukup drastis kenaikannya, jika dibandingkan bulan Januari 2020.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Dadang Hardiwan mengatakan ekspor masker Jatim di Februari 2020 meningkat tajam.

"Ekspor masker di Jatim meningkat tajam, karena berdasarkan perhitungan kami, saat di bulan Januari 2020 nilai ekspor masker yang termasuk golongan HS 63079040 ini mencapai sebesar 509,27 ribu dollar Amerika. Sedangkan pada Februari 2020 nilai ekspor masker mencapai 2,58 Juta Dollar Amerika," kata Dadang saat dihubungi Via WA, Jumat (20/3/2020).

Ia mengatakan, dari kenaikan nilai impor tersebut tercatat persentase kenaikannya sebesar 407,04 %, yakni dari bulan Januari ke Februari dan angka kenaikan ini berarti sangat drastis.

Adapun untuk tujuan ekspor masker Jatim pada Januari 2020 ke Tiongkok mencapai 23,15%, Singapura 29,8 %, Macau 24,78 % dan Hongkong 22,29%.

Sedangkan tujuan masker pada Februari 2020, dikatakannya dominan ke Hongkong yang mencapai 47,7%, Ke Singapura sebesar 37,10 % dan ke Tiongkok sebesar 11,24 % serta negara lain sebesar 3,97 %.

Ditanyai soal apakah karena ekspor masker besar pada bulan Februari 2020 itu yang membuat kondisi Jatim saat ini (Maret 2020) kekurangan masker, Dadang mengatakan jika melihat periode virus corona, utamanya saat negara Tiongkok dan negara terdekatnya terkena virus corona pada awal Februari (atau sebelum Indonesia) memang hal ini yang membuat Jatim melakukan ekspor besar.

"Namun perlu diketahui juga, pada saat periode awal Februari itu permintaan dalam negeri sendiri terkait masker ini tidak banyak, berbeda dengan kondisi bulan Maret sekarang yang banyak," tambahnya.

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved