Antisipasi Virus Corona Jawa Timur

Hindari Berkerumunnya Orang dan Cegah Penyebaran Virus Corona, DLH Kota Malang Tutup 93 Taman

Demi mencegah penyebaran virus corona dan berkerumunnya banyak orang, Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang tutup taman dan hutan kota.

Hindari Berkerumunnya Orang dan Cegah Penyebaran Virus Corona, DLH Kota Malang Tutup 93 Taman
SURYA.co.id/Kukuh Kurniawan
Petugas DLH Kota Malang saat memasang pagar tali di dekat Monumen Melati Jalan Besar Ijen, Jumat (20/3/2020). 

SURYA.co.id | MALANG - Demi mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) dan berkerumunnya banyak orang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang tutup taman dan hutan kota.

Tidak hanya itu, fasilitas taman seperti tempat duduk dan alat permainan juga ditutup.

Seperti yang terlihat di sepanjang Jalan Besar Ijen, Kelurahan Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Berdasarkan pantauan SURYA.co.id, tempat duduk yang berada di pinggir jalan diberi tongkat bambu tipis yang dipasang melintang. Setelah itu diikat menggunakan tali yang dipasang di sekeliling kursi.

Selain itu, semua kursi di dekat Monumen Melati Jalan Besar Ijen juga telah dipasangi pagar yang juga terbuat dari tali. Sehingga masyarakat sudah tidak bisa memasuki kawasan tersebut.

Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau DLH Kota Malang, Kuncahyani mengatakan penutupan itu berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan oleh wali kota.

"Dalam surat edaran itu, semua tempat rekreasi yang berarti termasuk taman dan hutan kota ditutup hingga 29 Mei. Oleh karena itu, kita juga melakukan langkah yang sama," ujarnya kepada SURYA.co.id, Jumat (20/3/2020).

Ia menjelaskan bahwa ada 93 taman dan 7 hutan kota yang berada di wilayah Kota Malang.

"Dan itu semua kita tutup dan kita larang sementara waktu masyarakat untuk memakainya. Di mana itu juga untuk menghindari agar tidak menjadi tempat berkumpulnya orang banyak, mencegah terjadinya penyebaran virus corona," tambahnya.

Penutupan sendiri telah dilakukan sejak Kamis (19/3/2020) malam dan akan berlangsung hingga hari ini.

Di sisi lain, menurutnya penutupan taman dan hutan kota juga memiliki sisi positif lainnya.

"Mencegah agar tidak menjadi tempat berkumpulnya anak usia SD dan SMP yang seharusnya libur dan mengerjakan tugas di rumah. Sehingga mereka tetap fokus untuk selalu berada di dalam rumah saja," tandasnya.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved