Fotografer Sebar Foto Asusila

Fotografer Peserta Sindikat Pembuat Video Panas yang Modelnya Gadis di Bawah Umur Wajib Bayar Segini

Sindikat penyedia video panas yang dibongkar Tim Siber Polda Jatim mewajibakan para fotografer partisipan untuk membayar.

surya.co.id/luhur pambudi
FA dikeler oleh penyidik Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim ke Ruang Konpres Gedung Humas Polda Jatim. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sindikat penyedia video panas yang dibongkar Tim Siber Polda Jatim mewajibakan para fotografer partisipan untuk membayar Rp 700 ribu - Rp 800 ribu.  

Hasil pemeriksaan ternyata usaha ini sudah beroperasi kurun waktu setahun.

Bisnis yang dikelola fotografer asal Malang, FA (37) itu belakangan diketahui mampu meraup untung belasan juta rupiah.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menerangkan cara pelaku meraup keuntungan dari bisnis tersebut.

Mulanya, pelaku membuat sebuah even pemotretan bertajuk 'Gemez 18+'.

Event tersebut hanya diikuti oleh para fotografer. 

Catatan polisi, kurun waktu setahun pelaku sudah menyelenggarakan acara tersebut sebanyak lima kali, di sebuah hotel kawasan Singosari, Kota Malang.

"Maka tersangka saat ini kami tangkap, lalu tahan, dan penyidikan oleh Tim Siber Polda Jatim," katanya di Mapolda Jatim, Jumat (20/2/2020).

Aturannya, lanjut Trunoyudo, para fotografer yang turut dalam acara tersebut akan dimintai uang biaya pendaftaran kisaran Rp 700 Ribu hingga Rp 800 Ribu.

Dengan sejumlah uang pendaftaran tersebut, para partisipan acara akan difasilitasi objek fotografi, berupa model wanita dengan pakaian minim bahkan telanjang.

Halaman
123
Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved