Breaking News:

Berita Tulungagung

Polres Tulungagung Tangkap 5 Pengedar Narkoba Selama 3 Hari Operasi

Satrekoba Polres Tulungagung menangkap lima orang pengedar narkoba di Kabupaten Tulungagung

david yohanes/surya
Barang bukti sabu-sabu Polres Tulungagung 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Satrekoba Polres Tulungagung menangkap lima orang pengedar narkoba di Kabupaten Tulungagung, Minggu (15/3/2020) hingga Selasa (17/3/2020). Mereka berasal dari empat jaringan berbeda, dan biasa memasarkan narkoba di wilayah Tulungagung.

Dari lima orang yang ditangkap, dua di antaranya berasal dari luar kota. Mereka adalah Rico Fredi Baskoro (22) warga Desa Kaliboto, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar dan seorang perempuan bernama Aprilya Yosi Hardlan (29) alias Yesi warga Kelurahan Pondokagung, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang,

Tiga lainnya asal Tulungagung, yaitu Mohamad Ali Mahrus (19) warga Desa Gamping, Kecamatan Campurdarat, Slamet Mustofa (36) warga Kelurahan Panggungrejo, Kecamatan Tulungagung, dan Ikhwan Fauzi (33) alias Tejo warga Kelurahan Karangwaru, Kecamatan Tulungagung.

“Semua sudah dijadikan tersangka, dan dilakukan penahanan di Mapolres Tulungagung,” terang Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia melalui Paur Humas, Ipda Anwari.

Polisi lebih dulu menangkap Ali Mahrus pada hari Minggu, pukul 22.00 WIB di Kelurahan Kepatihan Tulungagung dengan barang bukti sabu-sabu 0,26 gram.

Disusul keesokan harinya, Senin (16/3/2020) malam polisi menangkap Slamet Mustofa saat menjual pil dobel L.

Berselang beberap ajam, polisi menangkap Rico Fredi di jalan Desa Srikaton, Kecamatan Ngantru dengan barang bukti 0,24 gram sabu-sabu.

Selasa (17/3/2020) pagi polisi giliran menangkap Yesi di wilayah Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru dengan barang bukti 0,29 gram sabu-sabu.

Pengembangan dari penangkapan Yesi, polisi kemudian menangkap Ikhwan Fauzi dengan barnag bukti 0,43 gram sabu-sabu.

“Salah satu tersangka, SM (Slamet Mustofa) adalah residivis. Terakhir dia dihukum pada tahun 2020 silam,” sambung Anwari.

Slamet mengaku mendapatkan pil dobel L seharga Rp 900.000 untuk 1000 butir dari W.

Pil memabukkan itu kemudian dikemas ulang per 100 butir, dan dijual Rp 200.000 per bungkus.

Dalam seminggu Slamet bisa menjual 1000 butir pil dobel L.

“Dia jualannya langsung bertemu dengan pembeli. Tidak diranjau seperti pengedar narkoba pada umumnya,” ungkap Anwari.

Kini polisi masih mengembangkan perkara para tersangka, untuk menekan peredaran narkoba di Tulungagung.

Penulis: David Yohanes
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved