Berita Surabaya

Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Musnahkan 30 Kg Sabu dan Ribuan Butir Pil Terlarang

Tak hanya narkoba, kejahatan jalanan di Polres Pelabuhan Tanjung Perak juga turut menjadi atensi.

surya.co.id/firman rachmanuddin
Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya memamerkan 72 tersangka kejahatan jalanan dan memusnahkan puluhan kilogram sabu serta ribuan butir pil koplo dan ekstasi, Kamis (19/3/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya meneguhkan komitmen untuk memerangi peredaran narkotika di Kota Surabaya, serta kerawanan kejahatan jalanan di wilayah hukumnya.

Usai mendapat kepastian laboratorium forensik Polda Jatim, barang bukti sebanyak 30 kilogram sabu dan ribuan butir pil koplo serta ekstasi dimusnahkan menggunakan alat incenerator yang telah disiapkan.

Barang bukti sabu itu dibongkar Satgas Merah Putih Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak pimpinan AKP M Yasin sebagai supervisi.

Barang haram itu didapat dari jaringan Malaysia-Sokobanah melalui dua rute pengiriman.

"Jaringan pertama kami ungkap rute Malaysia- Kediri-Jember-Sampang-di Sokobanah. Lalu kami kembangkan kedua masuk dari Malaysia-Surabaya-Bangkalan lalu ke Sokobanah, Sampang," kata Irwasda Polda Jatim, Kombes Pol Awi Setiyono, Kamis (19/3/2020).

Pengiriman itu melalui jalur campur antara udara, laut dan darat tergantung situasinya.

Awi mengatakan jika, ia mengapresiasi kinerja Satresnarkoba Polres Pelabuhan Perak yang berhasil mengungkap pengiriman 30 kilogram sabu itu.

"Kalau 1 gramnya saja bisa dikonsumsi 15 orang, polisi sudah menyelamatkan sekitar 450 ribu orang agar tidak mengkonsumsi barang haram ini," tambah Awi.

Tak hanya narkoba, kejahatan jalanan di Polres Pelabuhan Tanjung Perak juga turut menjadi atensi.

Setidaknya, 72 tersangka dipamerkan, salah satunya adalah kasus bajing loncat dan penggelapan kontainer.

"3C (curat,curas, curanmor) masih menjadi atensi kami semua baik di Polda maupun di polres serta jajaran. Kalau di Perak memang lingkungannya pelabuhan, kerawannya jadi extra. Jambret, lalu bajing loncat dan penggelapan kerap ditemukan," lanjut Awi.

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved