Travel

Pintu Pendakian Menuju Puncak Gunung Lawu Ditutup, Tak Cuma Karena Virus Corona Tapi Juga Alasan Ini

Pintu pendakian menuju puncak Gunung Lawu di Jawa Timur maupun Jawa Tengah ditutup sementara mulai Selasa (17/3/2020).

Pintu Pendakian Menuju Puncak Gunung Lawu Ditutup, Tak Cuma Karena Virus Corona Tapi Juga Alasan Ini
surya.co.id/doni prasetyo
Polisi Sektor Plaosan, Resor Magetan mengecek pintu pendakian Puncak Gunung Lawu yang ditutup mulai Selasa (17/3/2020). 

SURYA.co.i | MAGETAN - Pintu pendakian menuju puncak Gunung Lawu di Jawa Timur maupun Jawa Tengah ditutup sementara mulai Selasa (17/3/2020).

Bahkan Polisi Sektor Plaosan, Resor Magetan melakukan ronda ke puncak untuk mensterilkan area puncak dari pendaki.

"Penutupan mulai Selasa (17/3/2020) sampai ada pemberitahuan kondisi aman. Keadaan ini bisa diperpanjang sampai ada pemberitahuan lebih lanjut," kata Asisten Perhutani, Kepala Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (KBKPH) Lawu Selatan Marwoto kepada SURYA.co.id, Rabu (19/3/2020).

Menurut Marwoto, penutupan total pintu pendakian puncak Lawu ini sudah dikoordinasikan dengan pejabat berwenang dari PT Perhutani Jawa Tengah.

Mereka sepakat menutup pintu pendakian ke puncak Gunung Lawu, sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.

"Penutupan total ini karena kondisi puncak Gunung Lawu yang mulai musim kabut tebal, dengan jarak pandang kurang dari satu meter. Ini membahayakan pendaki di Gunung Lawu," jelas Kepala BKPH PT Perhutani Lawu Selatan ini.

Selain musim kabut, lanjut Marwoto, juga adanya wabah virus Corona atau Covid 19.

Sehingga pemerintah mengeluarkan imbauan untuk mengisolasi diri, agar tidak keluar rumah sampai akhir Maret 2020.

"Pertimbangan pertama ditutup karena kondisi alam, musim kabut. Lainnya karena kita sayang para pecinta alam itu. Kedua, imbauan pemerintah soal isolasi diri dan keluarga, terkait mewabahnya Covid 19 itu," kata Marwoto.

Sementara Kapolsek Plaosan, Resor Magetan AKP Munir Palevie menyatakan sudah menyisir dan mensterilkan puncak Gunung Lawu dan memastikan tidak ada satu orangpun berada di puncak Gunung Lawu.

"Kami sudah sisir seluruh tempat yang biasa dikunjungi pendaki di puncak Gunung Lawu. Alhamdulillah, semua tempat itu sudah steril. Semua pendaki menuruti imbauan kita dan turun suka rela. Imbauan ini untuk keamanan pendaki, karena musim kabut semakin tebal," kata AKP Munir.

Teguh Santoso, pendaki asal Jakarta bersama 11 temannya, menjadi rombongan pendaki terakhir yang turun dari puncak Gunung Lawu lewat jalur pintu pendakian Cemorosewu, Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur

"Kami rombongan terakhir yang turun. D iatas (puncak Gunung Lawu) sudah sepi, bahkan Si Mbok pemilik warung juga sudah turun terlebih dahulu. Kami tahu imbauan turun setelah didatangi aparat kepolisian," kata Teguh kepada SURYA.co.id, di Base Camp Cemorosewu, Rabu (18/3).

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved