Marah Disebut 'Loyo' Saat Bercinta, Pria Ini Emosi dan Cekik Ibu Muda hingga Tewas, Ini Kronologinya

Kasus pembunuhan terhadap ibu muda yang menjadi pekerja seks komersial ( PSK) lokalisasi Janem, Patokbeusi, Subang terungkap.

Editor: Iksan Fauzi
stutterstock
ILUSTRASI. Disebut 'loyo' dan tak mampu memuaskan saat bercinta, pria di Subang emosi dan cekik ibu muda hingga tewas. 

SURYA.co.id | BANDUNG - Kasus pembunuhan terhadap ibu muda yang menjadi pekerja seks komersial ( PSK) lokalisasi Janem, Patokbeusi, Subang terungkap.

Penyebab pembunuhan tersebut karena pelaku berinisial AS disebut ' loyo' karena tak mampu memuaskan korban saat bercinta.

Namun, dalam keterangan yang diberikan polisi, penyebab pembunuhan itu tak sekadar ungkapan kata ' loyo'.

Ternyata, amarah pelaku terpantik setelah dia didorong oleh korban hingga terjatuh setelah ' loyo'.

Alhasil, AS spontan mencekik hingga korban menghembuskan nafas terakhir.

Kasus pembunuhan itu dikuak oleh Satreskrim Polres Subang.

Setahun Pisah Ranjang, Ibu Muda Ini Ajak Anak Kandung Berzina 3 Kali, Terungkap Saat Digerebek

Kapolres Subang AKBP Teddy Fanani, melalui keterangan tertulisnya menjelaskan kronologi pembunuhan yang terjadi pada Selasa 18 Februari 2020.

Korban IS ini seorang PSK yang juga pemilik warung remang-remang di kawasan Janem Patokbeusi, Subang.

Kasus ini berawal dari penemuan korban yang sudah dalam keadaan tewas di kamarnya sekitar pukul 17.00 WIB.

Polisi kemudian melakukan serangkaian penyelidikan terkait dugaan pembunuhan itu sampai akhirnya berhasil mengidentifikasi identitas dan menangkap pelaku.

Pelaku ditangkap di tempat persembunyiannya di kawasan jalan raya Cilameri Subang pada tanggal 28 Februari 2020.

Dijelaskan bahwa pelaku AS ini tega menghabisi nyawa korban yang merasa tak terpuaskan saat berhubungan badan dengan pelaku.

"Pelaku berinisial AS tega menghabisi nyawa korban gara-gara dibilang “loyo”," kata Teddy, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (19/3/2020).

Dijelaskan, saat tengah berhubung badan, korban yang merasa tak terpuaskan itu membuat pelaku emosi dengan mendorong tubuhnya sampai terjatuh.

Naik pitam, pelaku membalas korban dengan mencekiknya hingga tewas.

Tak hanya membunuh, pelaku juga mengambil ponsel korban.

“Selain membunuh korban, pelaku juga membawa HP milik korban,” imbuhnya.

Akibat perbuatannya pelaku yang merupakan warga Kampung Jeruksari Desa/Kecamatan Wonosari Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta itu terancam Pasal 338 KUHP.

“Pelaku disangkakan melakukan tindak pidana pembunuhan dan pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dengan ancaman Hukuman Penjara Maksimal 15 tahun,” pungkas Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Saptono Erlangga.

Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved