Citizen Reporter

Mahasiswa Brawijaya Bersih-Bersih Kota Malang, Ini yang Didapat

Masalah sampah bukan hanya urusan pemerintah. Warga juga diharapkan terlibat aktif seperti yang dilakukan Pemkot Malang bersama warga.

Mahasiswa Brawijaya Bersih-Bersih Kota Malang, Ini yang Didapat
citizen reporter/Naufal Hilda Bahtiar
Mahasiswa Universitas Brawijaya bergabung dalam acara bersih-bersih Kota Malang.

Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang mengadakanberbagai aksi bersih-bersih meliputi Gerakan Angkat Sampah dan Sedimen (GASS). Aksi membersihkan trotoar dan aksi cabut paku dan stiker pohon yang dibagi menjadi empat zona.

Acara tersebut diadakan Minggu (1/3/2020) untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 21 Februari dan Gerakan Angkat Sampah dan Sedimen 1 Maret 2020. Peringatan HPSN diawali dengan apel yang dihadiri lebih dari 2.000 peserta yang terdiri atas TNI, Polri, pasukan DLH, seluruh OPD Kota Malang, sekolah dan perguruan tinggi di Kota Malang, serta berbagai komunitas lainnya yang peduli terhadap lingkungan.

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya juga terlibat. Ada 20 orang yang berpartisipasi.

Persoalan lingkungan telah lama menjadi topik dunia ketika manusia mulai merasakan dampaknya yang semakin meluas yakni terlihat pada banyaknya bencana. Namun, hingga kini polemik ini masih menjadi mimpi buruk dan menjadi tugas besar untuk diselesaikan bersama.

Salah satu masalah lingkungan yang sangat penting dan mendapat perhatian serius saat ini adalah sampah. Sampah merupakan suatu barang yang sudah hilang masa pakainya.

Tidak masalah ketika sampah apabila telah digunakan setelah itu dibuang di tempat yang benar atau tempat sampah. Akan tetapi, pada kenyataannya masih banyak dari masyarakat membuang sampah sembarangan seperti di jalanan, parit, sungai dan di tempat yang tidak diperuntukkan untuk limbah sampah.

Apabila orang sudah membuang sampah plastik saja juga belum cukup mengurangi dampak lingkungan dari sampah plastik, karena barang tersebut membutuhkan waktu beratus-ratus tahun untuk dapat teruai secara alami, apalagi masih ada sampah yang sengaja dibuang begitu saja. Tidak heran mengapa persoalan lingkungan yang disebabkan oleh sampah terutama plastik seakan tidak ada akhirnya.

Tak pantas ketika yang disalahkan adalah pemerintah karena banjir itu. Pemerintah sudah berupaya keras untuk mencegah supaya bencana itu tidak terjadi.

Sesungguhnya langkah dari pemerintah dibarengi dengan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama mencegah. Contoh sederhananya dengan membuang sampah pada tempatnya. Hal sekecil itu apabila dilakukan oleh seluruh aspek masyarakat secara gotong-royong dan kerja sama pasti sedikit demi sedikit salah satu persoalan lingkungan akan terselesaikan.

“Upaya bersih-bersih dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama dalam menjaga lingkungan. Melalui gerakan bersih-bersih yang rutin digelar, diharapkan masalah sampah di Kota Malang dapat ditekan secara berangsur,” kata H Sutaji, Wali Kota Malang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Rinawati menambahkan, kegiatan yang diselenggarakan di Alun-Alun Merdeka itu untuk mengedukasi masyarakat agar hidup sehat. Kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan didorong agar selalu ramah lingkungan. Ada juga berbagai lomba yakni lomba mewarnai, melukis tong sampah, kerajinan daur ulang sampah, serta fashion show dengan menggunakan bahan daur ulang.

Setelah mengikuti apel sekitar satu jam, anggta BEM bergerak untuk mencari sampah di jalan sekitar alun-alun bermodalkan plastik besar atau trashbag. Perjalanan itu tidak jauh hanya melewati Jalan Kauman terus belok kanan ke arah Gang Kauman 4, Jalan AR Hakim Gang V, lalu ke Jl Arif Rahman Hakim. Setelah itu, semua kembali ke alun-alun.

Mengagetkan, tiga trashbag besar itu penuh sampah padahal rute yang dilalui tidak jauh. Setelah itu, kantong yang berisi sampah tadi dibawa ke panitia untuk ditukarkan dengan pupuk organic. Itu sebagai penghargaan kepada peserta aksi karena sudah merelakan waktunya untuk peduli dengan lingkungan khususnya di Kota Malang.

Simpulannya, acara itu sangat bermanfaat untuk lingkungan. Akan tetapi, diharapkan acara itu semakin lama akan hilang karena secara logika berarti lingkungan Kota Malang sudah bersih.

Naufal Hilda Bahtiar
Mahasiswa Universitas Brawijaya
naufalbahtiar75@gmail.com

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved