Wawancara Eksklusif

Ketua Satgas Covid-19 RS Unair Surabaya terkait Corona: Jangan Panik, tapi Jangan Gampangkan

Sebagai ketua tim membuat Dr Prastuti Asta Wulaningrum Sp.P, rela stand by selama 24 jam demi menangani pasien.

surya.co.id/febrianto ramadani
Ketua Satgas Covid-19 Rumah Sakit Universitas Airlangga Surabaya Dr Prastuti Asta Wulaningrum Sp.P. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Di sela sela kesibukannya menangani ratusan pasien, Ketua Satgas Covid 19 Rumah Sakit Universitas Airlangga, Dr Prastuti Asta Wulaningrum Sp.P., meluangkan waktunya untu berbagi informasia terkait situasi terkini di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) tersebut.

Ditemui di ruangannya, Rabu sore (18/3/2020). Perempuan yang akrab disapa Asta ini mengatakan, tim tersebut dibentuk jajaran direktur rumah sakit sekitar awal Februari bersamaan mulai penyebaran virus Corona di Indonesia.

Tim melibatkan hampir seluruh kalangan rumah sakit ini, tujuannya sebagai bentuk rasa kepedulian terhadap wabah tersebut.

Sebagai ketua tim membuat Asta rela stand by selama 24 jam demi menangani pasien.

Waktu kumpul keluarga dan saudara bahkan menjadi terganggu demi profesionalitas serta mengutamakan kepentingan pasien.

Lantas, bagaimana mekanisme pemeriksaan seseorang sehingga diketahui virus corona  menyerang imunitas tubuh mereka?

Berikut petikan wawancara eksklusif wartawan Surya.co.id Febrianto Ramadani dengan Dr Prastuti Asta Wulaningrum Sp.P:

Bisa Anda jelaskan awal mula situasi pemeriksaan di Poli Khusus ODP (Orang Dalam Pemantauan) dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan)?

Saat ini poli khusus kami tempatkan di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI).Sebetulnya, masih bagian dari RSUA.

Hanya saja gedungnya berbeda. Disini bukan hanya menangani virus Corona atau Covid 19 saja.

Halaman
1234
Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved