Breaking News:

Citizen Reporter

Jangan Khawatir, Berbagi Tidak Akan Pernah Rugi

Berbagi itu mudah dilakukan. Jika terbiasa berbagi, akan muncul empati kepada orang lain. Ini yang dilakukan pemuda aktivis GPPS Anugrah Malang.

Jangan Khawatir, Berbagi Tidak Akan Pernah Rugi
citizen reporter/Adelya Yunita Asnaka
Berbagi sembako dari GPPS Anugrah Malang untuk mereka yang membutuhkan.

Berbagi itu aktivitas yang sederhana namun sangat membahagiakan orang lain. Berbagi kepada sesama tidak akan membuat pemberi merasa kekurangan. Dengan berbagi bisa meningkatkan rasa syukur.

Menurut Yefta Susandy Putra, pemuda aktivis gereja di GPPS Anugrah mengatakan, komunitas pemuda Arrows GPPS Anugrah mengadakan bakti sosial di Jalan Sunandar Priyo Sudarmo Malang, Sabtu (29/2/2020). Mereka melibatkan partisipasi jemaah umum gereja itu.

Para penyumbang bisa memberi 5 kg beras, 1 kg gula, 5 bungkus mi instan, 1 liter minyak goreng, atau uang tunai. Mereka mengemas sumbangan itu menjadi paket sembako yang diberikan kepada tukang becak, pekerja pengatur jalan, pekerja kebersihan, tukang tambal ban, penjual koran, pemulung, dan tukang sol sepatu.

Ada sekitar 70 paket sembako yang dibagikan ke beberapa tempat yang berada di Kota Malang. Pemberi dan penerima paket sembako sangat senang. Penerima paket sembako senang karena sudah diperhatikan dan bisa meringankan beban hidupnya walaupun tak seberapa. Memberi tidak memandang dari suku atau agama apapun.

Hanya dengan menyisihkan sedikit uang yang dipunya untuk disalurkan bagi sesama yang membutuhkan bisa membahagiakan orang lain. Jika itu melibatkan banyak orang, maka akan semakin banyak orang yang mendapat bantuan.

Kegiatan semacam itu perlu dikembangkan agar kerukunan, kedamaian, dan kesejahteran dapat terjalin. Bila merayakan sebuah momen dengan cara pesta, sekarang bisa diganti dengan berbagai dengan sesama.

Aktivitas semacam itu bukan ajang pamer, tetapi untuk melatih agar hati tulus memberi. Caranya sederhana, posisikan diri jika itu terjadi kepada diri sendiri. Memberi seperti itu mengajari orang untuk selalu bersyukur dengan apa yang dipunya.

Bahagia itu bisa melihat orang lain juga bahagia apalagi itu karena perbuatan diri sendiri. Sedikit uluran tangan akan sangat berharga bagi orang lain yang membutuhkanya.

“Tidak perlu dari hal yang terbesar, cukup dari hal terkecil. Dari situ akan tercipta sebuah kedamaian dan rasa kekeluargaan satu sama lain,” kata Yefta.

Adelya Yunita Asnaka
Mahasiswa Manajemen Perhotelan Program Pendidikan Vokasi
Universitas Brawijaya
yunita.adelya19@gmail.com

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved