Breaking News:

Citizen Reporter

Ini Cara Komunitas Nganjuk Spirit Iqro Merawat Literasi

Membiasakan diri menelaah lagi informasi yang diterima menjadi salah satu program yang dilakukan oleh Komunitas Nganjuk Spirit Iqro.

Ini Cara Komunitas Nganjuk Spirit Iqro Merawat Literasi
citizen reporter/Bagus Rachmad Saputra
Bedah buku menjadi agenda rutin Komunitas Nganjuk Spirit Iqro.

Tergerak oleh kesadaran untuk dapat menyaring informasi di era post truth seperti saat ini, komunitas Nganjuk Spirit Iqro menggelar bedah buku. Itu upaya untuk menyadarkan banyak orang agar memahami informasi yang berbasis fakta dan hoaks.

Nganjuk Spirit Iqro menggelar kegiatan rutin seperti lapak baca yang diadakan setiap Minggu di acara Car Free Day (CFD) Alun-alun Nganjuk.

Kegiatan itu untuk menggairahkan pengunjung CFD agar tertarik membaca buku yang disediakan di lapak komunitas itu. Jika pengunjung tertarik membaca buku di rumah, mereka boleh meminjam buku itu tanpa meninggalkan jaminan apa pun. Cukup dengan menyerahkan nomor ponsel yang bisa dihubungi. Selain lapak baca, Komunitas Nganjuk Spirit Iqro menggelar bedah buku, Jumat (28/2/2020).

Buku dari Ranjang ke Ranjang, menjadi buku yang dibedah oleh komunitas itu dengan mengundang langsung penulisnya, Fathul. Menurut salah satu anggota Nganjuk Spirit Iqro, Fauzi, acara bedah buku dilakukan untuk memantik semangat membaca anak muda Nganjuk. Menurut mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya itu, membaca sangat penting untuk menambah wawasan agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi-informasi hoaks yang menyesatkan.

“Ya, tujuannya sesuai dengan gerak komunitas ini, kami ingin anak muda di Nganjuk memiliki semangat untuk membaca dan komunitas literasi ini semakin dikenal oleh masyarakat,” papar Fauzi.

Sementara itu, Fathul sebagai penulis buku, mengingatkan pentingnya memverifikasi suatu masalah secara mendalam dan dari sudut pandang yang berbeda. Itu agar orang tidak menuduh suatu karya, namun belum membaca karya itu.

“Tentunya dalam tulisan ini saya ingin mengajak pembaca untuk melihat suatu masalah dalam perspektif yang berbeda. Sosok yang tulis ini benar-benar nyata meskipun di dalam buku itu namanya saya samarkan,” ungkap Fathul.

Di sisi lain sebagai pembanding, Budi Harianto yang juga dosen IAIN Tulungagung menyampaikan, setiap permasalahan itu unik. Supaya dapat melihat permasalahan itu serta mencari solusinya adalah dengan membaca.

“Permasalahan yang ada di buku ini memang menarik untuk didiskusikan. Manusia itu memiliki dua sisi yang selalu menarik untuk dikaji,” papar Budi.

Komunitas Nganjuk Spirit Iqro berharap dapat terusmenggelar kegiatan-kegiatan literasi yang dapat dinikmati semua orang yang ada di Nganjuk. Mereka juga berharap akan semakin banyak kegiatan literasi di Nganjuk.

Bagus Rachmad Saputra
Mahasiswa Manajemen Pendidikan
Universitas Negeri Malang
IG: @bagusrachmad94

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved