Citizen Reporter

Buang Malu dengan Mendongeng di KaCa Universitas Muhammadiyah Malang

Perpustakaan keliling Kamis Membaca (KaCa) Universitas Muhammadiyah Malang singgah di Pulosari, Malang, untuk menyapa anak-anak.

Buang Malu dengan Mendongeng di KaCa Universitas Muhammadiyah Malang
citizen reporter/Rahmat Iskandar Rizki
Mobil KaCa (Kamis Membaca) Universitas Muhammadiyah Malang melayani anak-anak.

Ada begitu banyak cara yang bisa digunakan oleh orang dewasa dalam berkomunikasi dengan dunia anak. Di antaranya melalui permainan, dongeng, serta ventriloquist atau seni berbicara tanpa menggerakkan bibir, salah satunya dengan media boneka.

Itu pula yang dilakukan oleh tim mobil Kamis Membaca (KaCa) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama Save Street Child Malang (SSCM) dan Swayanaka (Mahasiswa Penyayang Kanak-kanak) regional Malang. Lutfi Badhilah selaku Koordinator Mobil KaCa UMM menyebut, aktivitas itu sejalan dengan semangat literasi yang diusung mobil KaCa UMM.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak mampu mengembangkan diri dan melatih kepercayaan diri serta bisa meningkatkan literasi mereka,” tandas Lutfi, Sabtu (14/3/2020).

Saat itu Indah Rahayuning Tyas yang akrab disapa KakTyas bersama tim mobil KaCa menyambangi anak-anak Pulosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Menurut Tyas, sejatinya anak-anak akan mampu melebur dengan orang dewasa, saat orang dewasa itu mampu membuat mereka nyaman.

“Anak-anak kan biasanya malu-malu, tetapi bagaimana caranya agar anak-anak itu tidak malu dan lebih berekspresi serta berteman dengan dunia imajinasi, yakni dengan mendongeng dan ventriloquist. Cara ini merupakan salah satu bentuk komunikasi atau jembatan agar orang-orang dewasa itu mampu berbaur dengan anak-anak,” ujar Tyas.

Lutfhi Badhilah juga turut mengajak anak-anak bermain Angin dan Cing Ciripit untuk menumbuhkan rasa percaya diri, melatih fokus, dan kekompakan tim. Setelah itu, anak-anak diajak untuk membaca buku-buku yang ada di mobil KaCa UMM untuk meningkatkan literasi mereka.

Kali ini mobil KaCa UMM bersama SSCM dan Swayanaka regional Malang, menghibur 27 anak. Mereka membuat berbagai kegiatan yang berguna dalam upaya meningkatkan literasi.

“Dari SSCM sebenarnya sudah mengadakan kegiatan di sini setiap Sabtu. Ini merupakan salah satu dari beberapa tempat yang diinisiasi oleh SSCM. Karena kita tidak ingin anak-anak yang ada di sini, terutama yang putus sekolah, yang turun ke jalan seperti ngamen dan nyepe’ (yang membantu mengatur lalu lintas) tertinggal dengan anak-anak yang bersekolah,” jelas Yudhono Witanto, General Koordinator SSCM.

Rahmat Iskandar Rizki
Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Universitas Muhammadiyah Malang
Aktif di Komunitas Sastra Sangkar Aksara Malang
skndrrizki@gmail.com

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved