Berita Bangkalan

Bangkalan Ancam Tembak Mati Begal Karena Membuat Investor Takut

Ra Latif telah membuat komitmen dengan Forkopimda Kabupaten Bangkalan untuk menjaga kondusivitas dan keamanan di Kabupaten Bangkalan.

surabaya.tribunnews.com/sofyan arif candra sakti
Ketua Himperra Jatim, Supratno (kiri) dan Bupati Bangkalan, RKH Abdul Latif Amin Imro 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemerintah Kabupaten Bangkalan memberikan fasilitas kemudahan perizinan bagi para investor yang berniat untuk berinvestasi di Kabupaten Bangkalan.

Bupati Bangkalan, RKH Abdul Latif Amin Imron mengatakan pihaknya sudah bekerjasama dengan Pemkab Banyuwangi untuk menerapkan konsep perizinan satu pintu.

"Kami memberikan kemudahan investor yang ingin berinvestasi, harapan kami dengan mempermudah perizinan investasi ini akan membuat investor berbondong-bondong berinvestasi ke daerah kami," ujar Ra Latif, sapaan akrab Abdul Latif Amin Imron saat ditemui di Surabaya, Kamis (19/3/2020).

Termasuk investasi di sektor perumahan, Ra Latif telah membuat komitmen dengan Forkopimda Kabupaten Bangkalan untuk menjaga kondusivitas dan keamanan di Kabupaten Bangkalan.

"Kepolisian sudah tegas akan menembak mati di tempat jika ada begal," lanjutnya.

Ra Latif mengungkapkan pihaknya dengan Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat Jawa Timur (Himperra Jatim) telah bekerjasama untuk mengembangkan proyek hunian.

Bahkan Pemkab Bangkalan telah menyediakan lahan untuk 4000 unit rumah yang tersebar di Kecamatan Kwanyar, Labeng, dan Kamal.

Sementara itu, Ketua Himperra Jatim, Supratno mengatakan tahun ini Himpera Jatim menargetkan membangun 12 ribu unit rumah yang tersebar di seluruh Jawa Timur kecuali Surabaya-Sidoarjo.

"Yang paling menarik adalah daerah yang paling dekat dan berbatasan langsung dengan Surabaya yaitu Bangkalan. Dengan tersambungnya Suramadu, Bangkalan akan jadi Surabaya utara," tambahnya.

Supratno menjelaskan bahwa perumahan bersubsidi adalah jenis hunian yang paling diminati.

Supratno mengatakan pembangunan tahap pertama di Kecamatan Kwanyar telah habis terjual.

"Ada 400 unit sudah habis, dan 95 persen pembelinya adalah dari Surabaya. Ini juga dipengaruhi angka kriminal di Kwanyar yang sejak tiga tahun lalu terus menurun," lanjutnya.

Untuk harga sendiri, jelas Supratno sudah ditentukan oleh pemerintah melalui peraturan menteri keuangan no 81 tahun 2019 yaitu Rp 150.500.000 dengan fasilitasi subsidi pemerintah.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved