Pilwali Surabaya 2020

Pilwali Surabaya 2020, Golkar Bawa Nama Gus Hans dalam Komunikasi Politik dengan Machfud Arifin

Partai Golkar masih tetap optimistis untuk mengusung kadernya di Pilwali Surabaya 2020.

surya.co.id/bobby constantine koloway
Sekretaris DPD Golkar Jatim Sahat Tua Simanjuntak bersama Bakal Calon Wali Kota Surabaya, KH Zahrul Azhar Asaad atau yang biasa akrab disapa Gus Hans saat berada di Surabaya beberapa waktu lalu. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Partai Golkar masih tetap optimistis untuk mengusung kadernya di Pilwali Surabaya 2020. HM Zahrul Azhar Asumta As'ad atau yang akrab disapa Gus Hans adalah kader yang disiapkan di posisi wali kota maupun wakil wali kota.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Jatim, Sarmuji menerangkan, bahwa pihaknya cukup terbuka untuk mengusung calon lain di luar partai. Misalnya, dengan adanya nama Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin yang sudah berkomunikasi intensif dengan pihaknya.

Apalagi, Machfud menjadi satu-satunya calon yang telah mengantongi rekomendasi beberapa partai. Apabila Golkar memutuskan mengusung Machfud, Gus Hans akan diprioritaskan dalam usulan nama Bakal Calon Wakil Wali Kota, pendamping mantan Kapolda Jatim ini.

"Ya kalau Golkar nanti mendukung Pak Machfud, Gus Hans akan masuk dalam tawaran kami agar bisa dipasangkan dengan beliau," kata Sarmuji kepada Surya.co.id ketika dikonfirmasi di Surabaya Rabu (18/3/2020).

Di sisi lain, Gus Hans pun tak mempermasalahkan rencana Golkar tersebut. Sekalipun, Wakil Ketua DPD Golkar Jatim ini mendaftar sebagai Calon Wali Kota, Gus Hans bersedia di posisi kedua.

"Saya bergantung dengan penugasan partai. Kalau partai menginstruksikan kepada kami maju di Surabaya, maka kami tak punya pilihan selain mengikuti instruksi partai. Kami siap di posisi manapun," kata Gus Hans kepada Surya.co.id ketika dikonfirmasi terpisah.

Sekalipun demikian, Gus Hans mengaku belum membuka komunikasi dengan Machfud. Sekaligus, untuk membicarakan peluang berpasangan di Surabaya.

"Kami hanya bicara dengan para sahabat dekat beliau," ucap Gus Hans.

Menurutnya, sekalipun menjadi calon wakil wali kota, figur tersebut seharusnya tak mendegradasi figur calon wali kota. Sebaliknya, calon wakil wali kota tersebut harus berkontribusi dalam membantu pemenangan.

Pun demikian juga saat terpilih, harus bisa membantu kinerja pemerintahan.

"Wakil wali kota jangan sampai mengurangi (potensi) wali kotanya. Begitu pun sebaliknya. Malah, seharusnya memberikan dampak positif," kata Sekjend Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) ini.

Menurutnya, partainya telah memiliki hitungan sistematis dalam penyusunan pasangan tersebut. Sehingga, keputusan dalam menentukan calon wali kota dan wakilnya tentu dengan pertimbangan panjang.

Ia pun tak mempermasalahkan dengan adanya pertemuan antara Machfud Arifin dengan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, Selasa (17/3/2020) lalu.

"Nggak apa-apa. Partai melakukan tindakan karena waktu pemilihan juga semakin mepet," katanya.

Sama halnya dengan Machfud, Gus Hans juga mengaku berkomunikasi intensif dengan Airlangga.

"Sekarang saya tetap jalan terus. Apalagi, surat tugas juga belum diserahkan. Ke depan, dinamika politik masih dinamis. Tugas kami, jalan terus. Saya komunikasi juga masih intensif dengan Ketua Umum. Saya masih optimis," katanya.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved