Single Focus

Menjawab Kelangkaan di Pasar, Mahasiswa Ubaya Bikin Hand Sanitizer Ekstrak Aloe Vera

Rektor Ubaya, Benny Lianto, mengimbau seluruh civitas akademika Ubaya untuk tidak panik dengan wabah Covid-19.

surya.co.id/ahmad zaimul haq
EKSTRAK LIDAH BUAYA - Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Surabaya (Ubaya) yang tergabung dalam Kelompok Studi Mahasiswa Cosmetology Study Group (KSM CSG) membuat hand sanitizer dari bahan ekstrak lidah buaya (Aloe Vera) di laboratorium Semi Solid Likuid, Kampus Tenggilis, Jumat (6/3). Kegiatan itu sebagai upaya preventiv pencegahan penyebaran virus Corona (Covid 19) di sekitar kampus. 

VIRUS CORONA yang masuk ke Indonesia membuat masyarakat resah. Masker dan hand sanitizer menjadi barang yang sangat diburu, bahkan menjadi langka hingga harganya melonjak tinggi.

Hal ini membuat 67 mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Surabaya (Ubaya) yang tergabung dalam Kelompok Study Mahasiswa Cosmetology Study Group (KSM CSG) tergerak untuk membuat hand sanitizer dari ekstrak aloe vera.

Proses pembuatan tersebut dipusatkan di Laboratorium Semi Solid Likuid Gedung Farmasi Kampus Ubaya Tenggilis, Jln Raya Kalirungkut Kota Surabaya, Jumat (6/3).

Dosen Fakultas Farmasi Ubaya, Endang Wahyu Fitriani, SFarm, Apt MFarm, menjelaskan mahasiswa melakukan upaya tindakan preventif sebagai antisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19 di sekitar kampus.

“Sebetulnya penyebaran virus Corona melalui droplet. Terkadang seseorang tidak menyadari sering tertular melalui benda yang dipegang kemudian menyentuh wajah sehingga dapat masuk dan menyerang imunitas tubuh kita jika kondisi kekebalan tubuh berkurang,” kata perempuan yang juga sebagai pembina CSG.

Sebagai tindakan preventif utama adalah sering mencuci tangan dengan sabun. Hand sanitizer ini menjadi pilihan untuk tempat-tempat yang tidak tersedia air atau sabun.

Dalam proses pembuatan Hand sanitizer ini mahasiswa membuat dengan mencampur ekstrak aloe vera dengan bahan-bahan lain seperti, Carbomer 0.3%, Peg (Polyethylene Glycol) 400 0.3%, TEA 0.25%, Propilen Glikol 0.5%, Aquadest 23.34%, Alkohol 70%, dan Aloe Vera Extract 1%.

“Membuat ektrak aloe vera dengan cara mengupas aloe vera kemudian dicuci bersih setelah itu di blender. Lalu dicampur dengan bahan-bahan yang lain sesuai timbangan,” ujar Endang.

Endang menambahkan, mahasiswa akan memproduksi berkelanjutan saat botol hand senetaizer yang disebar habis.

“Sesuai dengan permintaan universitas, kami akan membantu lingkungan kampus untuk tetap sehat dengan terus menyediakan hand senetaizer,” terang Endang.

Halaman
123
Penulis: Zainal Arif
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved