Berita Pasuruan

Ibu Dua Anak di Pasuruan Terjerat Kasus Narkoba, Ngaku Cuma Dititipi dan Dapat Upah Rp 50 Ribu

Ibu dua anak kini berstatus tahanan dan dia harus mendekam di sel tahanan Mapolres Pasuruan.

surya.co.id/galih lintartika
Sri Andayani saat dirilis di Mapolres Pasuruan 

Kata dia, barang itu biasanya sudah dibungkus, dan diletakkan temannya di luar rumahnya.

Setelah itu, temannya satu lagi datang untuk mengambil.

"Saya tidak tahu, biasanya mereka juga datang dan pergi hanya titip. Saya dua kali dititipi dan dikasih uang Rp 50 ribu,” aku dia.

Wakapolres Pasuruan Kompol Hendy mengatakan, mengakui atau tidak mengakui itu hak tersangka.

Kata dia, pihaknya sudah menemukan sejumlah alat bukti berupa barang bukti ini.

"Ini masih akan kami kembangkan, mudah-mudahan bisa melebar. Dan ini perlu menjadi catatan, sekarang sabu bisa menyasar siapa saja. Buktinya ini, ibu–ibu bisa ikut menjadi perantara penjualan sabu,” papar dia.

Ia menerangkan, dampak sabu ini sangat luar biasa.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak tergiur dengan apapun iming–iming yang ditawarkan dari menjual atau menggunakan sabu–sabu ini.

Dalam kasus ini, Satresnarkoba Polres Pasuruan juga memamerkan dua tersangka lainnya yang juga ikut berjualan bisa sabu.

Mereka adalah Yanto (28), dan Haris Iman Nursalim (36) warga Desa Pecalukan, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Dari kedua tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti 20,63 gram.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved