Berita Sidoarjo
Demonstrasi Buruh di Sidoarjo Ditunda Akibat Corona
Karena Corona, para buruh di Sidoarjo membatalkan rencana unjuk rasa menolak Omnibus Law yang seharusnya digelar hari ini.
Penulis: M Taufik | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | SIDOARJO - Pandemik virus corona juga berdampak pada rencana demonstrasi ribuan buruh di Sidoarjo.
Rencana aksi terkait rancangan undang-undang Omnibus Law yang sejatinya dijadwalkan, Rabu (18/3/2020) terpaksa ditunda.
Menurut Ketua SPSI (Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) Jatim, Ahmad Fauzi, jadwalnya memang ada aksi unjuk rasa pada 18 Maret 2020 dan 23 Maret 2020 baik di Sidoarjo maupun Jawa Timur.
Namun mengingat saat ini ada prioritas yang harus diutamakan lebih dulu, yakni pencegahan penyebaran Virus Corona Covid-19, rencana aksi itu ditunda.
Pertimbangan lain, dikhawatirkan bila dalam kerumunan masa berjumlah banyak, akan ada penularan dari virus ini.
"Tapi bukan berarti menggugurkan harapan dan tuntutan kami terhadap pemerintah pusat. Yakni menunda atau tidak jadi mengesahkan undang-undang Omnibus Law," kata Fauzi usai bertemu dengan Forkopimda Sidoarjo.
Dalam pertemuan itu, seluruh perwakilan serikat pekerja yang hadir juga sepakat menunda rencana demonstrasi.
Hadir dalam pertemuan itu antara lain Plt Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin ;Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Sumardji ; Dandim 0816 Sidoarjo, Letkol Inf M Iswan Nusi ; Kadisnaker Sidoarjo, Fenny Apridawati ; Ketua SPSI Jatim, Ahmad Fauzi ; Ketua SPSI Sidoarjo, Soleh ; Ketua Persatuan Pekerja Buruh Sidoarjo (PPBS), Edi Kuncoro, serta perwakilan dari serikat pekerja atau buruh Sidoarjo lainnya.
Di sela acara, Kapolresta Sidoarjo mengimbau para buruh agar mempertimbangkan kembali terkait rencana aksinya. Mengingat saat ini semua pihak sedang dihadapkan pada penanganan persoalan kemanusiaan, yakni pencegahan penyebaran Virus Corona Covid-19.
“Selama 14 hari ini kita sedang dalam masa inkubasi pencegahan penyebaran Virus Corona. Kita berupaya menghindari kerumunan orang banyak sebagai langkah antisipasi," kata kapolres Sumardji.
Hal serupa juga disampaikan Plt Bupati. “Bukan berarti kita tidak memperhatikan aspirasi dari buruh. Tetap silahkan sampaikan aspirasi dengan cara lain, bisa melalui diskusi seperti malam ini, atau nanti setelah masa inkubasi," ujar Nur Ahmad.
Semua pihak sepakat, menunda rencana demonstrasi. Kendati demikian, sejak Rabu pagi terlihat sejumlah personil kenamaan tetap melakukan antisipasi.
Polisi berjaga di beberapa titik. Seperti di alun-alun, dan sejumlah lokasi lain. Mereka mengantisipasi jika ada pihak yang tetap memaksa turun ke jalan.
Tapi sampai sore semua berjalan aman. Tidak ada yang turun. Para buruh di Sidoarjo dan sejumlah wilayah sepakat, menunda demo terkait RUU Omnibus Law.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/buruh-sidoarjo-batal-demo-karena-corona.jpg)