Berita Surabaya

Alasan Dosen ITTelkom Surabaya Pilih bikin Robot Pendeteksi Kebocoran Gas yang Antarkan Raih Doktor

Helmy Widyantara meraih gelar dokter berkat desertasinya tentang robot pendeteksi kebocoran gas.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
surya.co.id/sri handi lestari
Helmy Widyantara saat ditemui di kampus ITTelkom Surabaya yang berada di kawasan Ketintang, Surabaya.  

SURYA.co.id | SURABAYA - Dosen sekaligus Kepala Proses Studi (Prodi) Teknik Komputer, Institut Teknologi Telkom (ITTelkom) Surabaya, Helmy Widyantara meraih gelar dokter berkat desertasinya tentang robot pendeteksi kebocoran gas.

Saat ditemui di kampus ITT Surabaya, Helmy mengungkapkan aplikasi robot pendeteksi kebocoran gas ini bisa dimanfaatkan di mana-mana.

"Kecelakaan disebabkan gas dapat terjadi pada gudang penyimpanan bahan kimia, pipa distribusi gas, sampai pada teror gas beracun," ujarnya.

Menurut Helmy pendeteksian keberadaan gas secara manual sangat sulit dilakukan.

"Beberapa jenis gas tidak berwarna dan tidak berbau," kata Helmy, saat mengawali pertemuan, Rabu (18/3/2020).

Selain itu gas juga mudah sekali berpindah dan menyebar mengisi seluruh ruangan.

Penemuan lokasi sumber kebocoran gas yang cepat adalah kunci untuk mencegah dan mengurangi terjadinya bencana.

Mengetahui lokasi kebocoran gas dapat segera diambil langkah-langkah efektif untuk meminimalisasi terjadinya korban.

Proses pelacakan lokasi kebocoran sumber gas dengan menurunkan petugas inspeksi memiliki resiko yang sangat besar terhadap keselamatan jiwa petugas.

"Penggunaan mobile robot dapat menjadi solusi untuk menggantikan manusia dalam melakukan inspeksi kebocoran gas," ungkap Helmy, yang bergabung di ITTelkom Surabaya sejak  2018.

Proses pencarian lokasi sumber gas menggunakan mobile robot di ruang terbuka terkendala dengan arah angin yang dinamis.

Arah angin yang dinamis ini menyebabkan arah penyebaran odor plume turut berubah mengikuti arah angin, sehingga menyebabkan robot kehilangan jejak odor plume.

"Penggunaan sensor arah angin dengan metode omnidirectional memberikan kontribusi yang signifikan terhadap metode navigasi robot dalam menemukan lokasi kebocoran gas," lanjut Helmy.

Helmy meraih gelar doktor dari program Teknik Komputer Institut Teknologi Sepuluh Nopember 1945 (ITS) Surabaya dan telah diwisuda pada akhir pekan lalu.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved