Berita Bangkalan

2,5 Bulan, Polres Bangkalan Gulung 56 'Budak Sabu'

"Untuk para bandar, jangan coba-coba 'main' di Bangkalan. Kami tidak akan pernah berhenti melakukan penindakan," tegas Soekris usai Rilis

surabaya.tribunnews.com/ahmad faisol
Sebanyak 11 pelaku penyalahgunaan dan peredaran narkoba dihadirkan dalam Rilis Ungkap Kasus Narkoba periode 25 Februari hingga 17 Maret di Mapolres Bangkalan, Rabu (18/3/2020). 

SURYA.co.id | BANGKALAN - Kepala Satreskoba Polres Bangkalan, AKP Soekris Trihartono menyampaikan pesan tegas kepada para pelaku penyalahgunaan dan peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Bangkalan.

"Untuk para bandar, jangan coba-coba 'main' di Bangkalan. Kami tidak akan pernah berhenti melakukan penindakan," tegas Soekris usai Rilis Ungkap Kasus Narkoba 25 Februari hingga 17 Maret di Mapolres Bangkalan, Rabu (18/3/2020).

Ia menjelaskan, Satreskoba Polres Bangkalan tidak akan pernah berhenti melakukan pemetaan dan pengejaran terhadap para pelaku penyalahgunaan narkoba.

"Mulai bandar, pengedar, pemakai kami tindak. Dengan harapan, penyalahgunaan narkoba di Bangkalan semakin hari semakin dapat diminimalisir," pungkasnya.

Pernyataan Soekris bukan isapan jempol belaka. Selama kurun waktu 2,5 bulan terhitung Januari hingga 17 Maret 2020 Satreskoba dan polsek jajaran telah menggulung sebanyak 56 tersangka narkoba jenis sabu.

Dengan rincian sebanyak 29 pelaku di Januari, 16 pelaku pada Februari, dan 11 pelaku hingga 17 Maret 2020.

Total barang bukti yang berhasil diamankan sebanyak lebih dari 180 gram. Dengan rincian 122,2 gram di Januari, 38,50 gram pada Februari, dan 20,61 gram hingga 17 Maret 2020.

Kapolres Bangkalan, AKBP Rama Samtama Putra mengaku prihatin atas kembali tertangkapnya SH (50), warga Desa Sanggra Agung Kecamatan Socah.

Pasalnya, SH merupakan residivis yang baru keluar usai menjalani vonis lima tahun penjara atas perkara yang sama.

Kali ini, lanjutnya, Satreskoba Polres Bangkalan menangkap SH di rumahnya dengan barang bukti 0,70 gram sabu dan alat timbangan digital, Jumat (6/3/2020).

"Ini sungguh memprihatinkan. Harapkan kami para pelaku dapat kembali ke jalan benar," harapnya.

Sehingga, lanjut Rama, tugas pihak kepolisian tidak fokus kepada mantan pelaku. Melainkan lebih mengepankan fungsi pencegahan. 

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved