Berita Surabaya

Harga Gula Tak Kunjung Turun, Wagub Emil: Bukan Karena Adanya Virus Corona

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak memastikan tingginya harga gula yang beredar di pasaran bukan akibat adanya wabah virus corona

SURYA.co.id/M Sudarsono
Gula pasir dalam kemasan yang siap jual. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak memastikan tingginya harga gula yang beredar di pasaran bukan akibat adanya wabah virus corona (Covid-19).

Sebelum mewabahnya virus corona, menurut Emil sudah ada pembahasan terlebih dahulu terkait stok gula di Jawa Timur yang harus ditambah.

"Kemendag (Kementerian Perdagangan) sudah komit menambah stok tersebut dan untuk itu pertengahan bulan ini sudah ada stok yang ditambahkan," ucap Emil, Senin (16/3/2020).

Dengan penambahan stok tersebut diharapkan tidak akan terjadi lagi kekurangan ketersediaan gula di pasaran, sehingga harga bisa lebih stabil.

Namun begitu, lanjut Emil, bukan berarti harga gula bisa langsung di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 12.500 per kilogram.

"Tidak bisa serta merta tapi yang jelas kan ada proses menstabilkan harga, melalui kombinasi operasi pasar juga," jelasnya.

Seperti diketahui harga gula di beberapa provinsi termasuk di Jawa Timur sudah mengalami kenaikan sejak bulan Januari 2020 dan terus merangkak naik hingga melebihi HET.

Per hari Selasa (17/3/2020) ini, berdasarkan data dari Siskaperbapo menunjukan harga gula pasir di Jawa Timur mencapai Rp 16.468 per kilogram. Turun Rp 28 jika dibandingkan dengan Senin (16/3/2020) kemarin, yang masih menyentuh harga Rp 16.496 per kilogram.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved