Advertorial

BNI Permudah Transaksi Lindung Nilai Atau Hedging

Nasabah BNI yang rutin melakukan transaksi forex dan transaksi lindung nilai, mendapatkan keringanan besarnya marginal deposit yang harus diserahkan

BNI Kanwil Surabaya
Head of Network and Services Kanwil Surabaya, Anak Agung Gede Putra bersama Deputi General Manager Divisi Treasury BNI, Yudhi Zufrial dan Head of Region Kanwil Surabaya, M Gunawan Putra, terkait layanan Hegding BNI. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Di tengah kondisi pasar usaha saat ini yang penuh ketidakpastian akibat imbas ekonomi global, PT Bank Negara Indonesia (Persero) menawarkan kemudahan untuk transaksi lindung nilai (hedging) bagi nasabah .

"Hedging adalah cara atau tekhnik untuk mengurangi risiko yang timbul maupun yang diperkirakan akan timbul akibat adanya fluktuasi harga di pasar keuangan," jelas M Gunawan Putra, Head Of Regional BNI Kantor Wilayah Surabaya, Kamis (12/3/2020).

Kalau sebelumnya, nasabah yang akan melakukan transaksi lindung nilai (hedging) terlebih dahulu harus memiliki fasilitas treasury line atau menyerahkan jaminan berupa marginal deposit yang diblokir dan diikat gadai sebesar 100 persen dari nilai transaksi, sekarang nasabah cukup menyiapkan marginal deposit sebesar sebesar 1.2 x FKK x nominal transaksi.

FKK (Faktor Konversi Kredit), merupakan angka prosentase yang menunjukkan besarnya risiko kredit yang timbul akibat transaksi forex atau derivatif untuk jangka waktu tertentu.

Selain itu, khusus bagi nasabah yang selama ini sudah rutin melakukan transaksi forex dan transaksi lindung nilai (hedging) dengan BNI bisa mendapatkan keringanan besarnya marginal deposit yang harus diserahkan.

"Dengan adanya kemudahan ini, kami yakin akan terus menjadi pilihan utama nasabah yang akan melakukan transaksi forex dan transaksi lindung nilai (hedging)," ungkap Gunawan.

Apalagi saat ini juga telah tersedia layanan aplikasi BNI Digihedge yang dapat diakses melalui situs BNI.

Layanan ini adalah tool yang memudahkan nasabah untuk dapat mengetahui profil risiko keuangannya melalui transaksi lindung nilai atau hedging.

Produk lindung nilai (hedging), dapat dimanfaatkan untuk melindungi aset, kewajiban maupun arus kas nasabah dari dampak negatif pergerakan pasar keuangan.

Gunawan menyebutkan, BNI juga memberikan berbagai alternatif solusi. Mulai dari transaksi yang sederhana seperti forex Tom, Spot dan Forward sampai transaksi derivatif yang rumit seperti Interest Rate Swap (IRS), Cross Currency Swap (CCS), Call Spread Option (CSO) dan jenis transaksi lainnya.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved