Berita Bangkalan

Bangkalan Melawan Covid-19, Masjid Agung Tetap Ramai Jemaah, Pemohon SIM Tidak Berkurang

Mewabahnya Virus Corona tidak lantas membuat pelayanan publik di Bangkalan terhenti.

surya.co.id/ahmad faisol
Petugas gabungan dari Polres Bangkalan, Dinas Kesehatan, Kodim 0829, Dinas Perhubungan menyemprotkan cairan disinfektan di sudut-sudut Masjid Agung Bangkalan, Selasa (17/3/2020). 

SURYA.co.id | BANGKALAN - Mewabahnya Virus Corona tidak lantas membuat pelayanan publik di Bangkalan terhenti.

Warga masih ramai berjemaah di Masjid Agung. Begitu juga pelayanan SIM di Polres Bangkalan.

Ketua Takmir Masjid Agung Bangkalan KH Syafik Rofii mengungkapkan, hingga saat ini para jama'ah tidak terpengaruh dengan kondisi mewabahnya Covid-19.

"Jamaah tetap ramai namun kami tetap mengantisipasi dengan mengikuti imbauan pemerintah," ungkap Kiai Syafik kepada Surya.co.id, Selasa (17/3/2020).

Bupati Bangkalan RK Abd Latif Amin Imron menerbitkan Surat Edaran tertanggal 17 Maret 2020 bernomor 360/876/433.208/2020 terkait Pernyataan Keadaan Darurat Non Bencana Alam.

Di mana pada poin 2b diimbau membawa perlengkapan ibadah pribadi dan tidak terlalu berkumpul di tempat ibadah. 

Serta menunda semua kegiatan keagamaan yang melibatkan banyak orang. Seperti pelaksanaan Harlah, Imtihan, dan atau pengajian.

"Kami menggulung karpet karena masyarakat membawa sajadah sendiri. Aktifitas masyarakar tetap berjalan," pungkasnya.

Masjid Agung menjadi sasaran penyemprotan cairan disinfektan setelah petugas dari Polres Bangkalan, Dinas Kesehatan, Kodim 0829, Dinas Perhubungan menyemprot hampir seluruh sudut terminal dan angkutan umum.

Kasatlantas Polres Bangkalan AKP Andhika Lubis mengungkapkan, kondisi masyarakat Bangkalan masih kondusif dan tidak terpengatuh informasi wabah virus corona.

"Pelayanan permohonam SIM baru ataupun perpanjangan masih normal di angka 60 pemohon setiap hari hingga saat ini," singkatnya.

Kasi Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan Binti Solikhah mengimbau masyarakat menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

"Pencegahannya dengan cuci tangan dengan cairan disinfektan atau sabun untuk membunuh bahteri dan virus yang menempel," singkatnya. 

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved