Viral Media Sosial

TELANJUR VIRAL Salam Corona untuk Cegah Covid-19, ternyata Masih Bahaya, Dirjen WHO Beri Contoh Aman

Salam Corona ini untuk mencegah penyebaran Virus Corona ini berbeda dengan kebiasaan salam yang lazim berlaku di Indonesia yakni dengan berjabat tanga

twitter
Sri Mulyani dan Jusuf Kalla saat salam siku untuk mencegah penyebaran virus corona. 

Namun kali ini, Maruf Amin menyalami keduanya dengan menangkupkan kedua tangan tanpa menyentuh orang yang disalami.

"Sekarang ini yang repot para kiai, kalau salaman musti cium tangan kan. Padahal katanya sekarang malah ada salamannya begini (mengatupkan kedua telapak tangan), ada yang pakai sikut, ada yang pakai kaki salamannya," kata Maruf Amin saat itu.

Kepala Staf Staf Kepresidenan Moeldoko menganggap bagus Salam Corona dilakukan di Istana atau sejumlah tempat.

Cara salaman seperti itu tidak hanya dipraktikkan oleh pejabat Istana saja.

Pada pembukaa Liga 2 2020 lalu, para pemain sepak, wasit, ketua PSSI, hingga Menpora, juga menggunakan salam serupa.

Bahkan, youtuber Atta Halilintar juga mempopulerkan cara salaman itu. 

Masih Bahaya

Namun, cara salaman seperti ini dinilai masih menyimpan bahaya.

Hal itu karena masih adanya kontak antara orang satu dengan yang lainnya.

Sebab itu, Direktur Jenderal World Health Organization (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, memilih cara lain dalam bersalaman.

Halaman
1234
Editor: Musahadah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved