Antisipasi Virus Corona Jawa Timur

Antisipasi Virus Corona, Pemkot Mojokerto Liburkan Sekolah dan Tunda Festival Mojotirto 2020

Antisipasi virus corona, Pemkot Mojokerto terpaksa menunda pelaksanaan Festival Mojotirto 2020 dan event besar pusat keramaian

mohammad romadoni/surya
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, memberikan konferensi pers seusai rapat kordinasi gugus tugas pencegahan corona di ruang Pemkot Mojokerto, Senin (16/03/2020). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Pemkot Mojokerto terpaksa menunda pelaksanaan Festival Mojotirto 2020 dan event besar pusat keramaian. Ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi penyebaran Virus Corona.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari (Ning Ita), menjelaskan dalam rangka membatasi penyebaran virus Corona tersebut maka seluruh kegiatan yang berhubungan dengan pengumpulan massa ditunda pelaksanaan hingga batas waktu yang belum ditentukan.

"Kegiatan kami tunda termasuk Festival Mojotirto yang akan digelar 21-22 Maret 2020 diundur sampai batas waktu yang akan diumumkan selanjutnya," kata Ning Ita seusai rapat kordinasi gugus tugas pencegahan corona di ruang Pemkot Mojokerto, Senin (16/03/2020).

Ia mengatakan mengenai satuan pendidikan sesuai surat edaran dari Dinas Pendidikan Kota Mojokerto mulai hari ini siswa belajar di rumah (Diliburkan) mulai tanggal 16 Maret hingga 21 Maret 2020.

Meskipun siswa diliburkan, guru dan staf sekolah tetap masuk sekolah.

Guru memberikan tugas pembelajaran melalui online.

"Batas waktu siswa belajar di rumah menyesuaikan jika diperlukan bisa diperpanjang sesuai kebutuhan," ucapnya.

Masih kata Ning Ita, pihaknya telah menginstruksikan melalui Surat Edaran Walikota mengenai pencegahan Virus Corona kepada seluruh instansi pemerintah, pabrik, pusat perbelanjaan, hotel dan lainnya untuk memberikan fasilitas cuci tangan pakai sabun (Hand Sanitizer) dan menerapkan Thermal Scanner yang masuk ke area tersebut.

"Melalui rapat koordinasi kami telah meminta bantuan TNI/ Polri dan Satpol PP untuk mengawasi secara intensif pelaksanaan Surat Edaran Walikota apa sudah dilakukan secara efektif," ungkapnya.

Menurut Ning Ita, pihaknya menggelar rapat koordinas gugus tugas bersama Forkompinda hingga tingkat Kelurahan menanggapi Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penangangan Corona Virus Disease (Covid 19).

Dia merumuskan melalui Surat Keputusan Walikota Mojokerto untuk membuat gugus tugas percepatan penangangan Virus Corona.

"Ada 6 satuan tugas semua unsur terlibat mulai dari pemerintahan sampai satuan tugas ekonomi dalam waktu dekat ini ada tindak lanjut menjalankan fungsi dalam rangka percepatan penangangan Virus Corona di Kota Mojokerto," jelasnya.

Ditambahkannya, memang ada Daftar orang dengan resiko (ODR) dan Dalam Pemantau (ODP) Virus Corona semuanya ada 37 dalam pemantauan ada 18 orang setelah pengawasan selama 14 hari dinyatakan negatif.

Sementara itu, mayoritas ODR adalah warga usai dari Luar Negeri yang Negara tersebut merebak wabah Virus Corona.

"Memang ada yang pasien ODP sempat dirawat RSU Dr. Wahidin Sudiro Husodo dan pagi dirujuk ke Rumah Sakit Sidoarjo karena di sana merupakan rumah sakit rujukan terkait Virus Corona," tandasnya.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved