Berita Gresik

Siswi SMA Negeri Driyorejo Gresik Paparkan Bahaya Sampah Plastik Sungai Brantas di AS

SAMPAH  PLASTIK - Thara Bening Sandrina saat acara International Youth Summit On Plastic Pollution (IYSPP) di California, Amerika Serikat.

foto: dok pribadi
SAMPAH  PLASTIK - Thara Bening Sandrina saat paparan bahaya sampah plastik di acara International Youth Summit On Plastic Pollution (IYSPP) di California, Amerika Serikat. 

SURYA.co.id | GRESIK – Thara Bening Sandrina (17), Siswi SMA Negeri Driyorejo, Gresik, memaparkan bahaya limbah sampah plastik dalam acara International Youth Summit On Plastic Pollution (IYSPP) di California, Amerika Serikat. Dalam kesempatan itu, limbah sampah plastik di Sungai Brantas yang menjadi contohnya.

Melalui catatan harian selama di California, Amerika Serikat, Thara menceritakan kegiatan IYSPP yang intinya membahas asal usul plastik sampai menjadi sampah dan dampak kerusakan lingkungannya, Minggu (15/3/2020).

“Acara konferensi tahunan khusus anak muda yang memiliki project mengatasi masalah polusi plastik. Konferensi ini diselenggarakan oleh Algalita Marine Research and Education, sebuah organisasi nonprofit. Dan saya dapat kesempatan gratis untuk acara ini,” kata Thara.

Dalam presentasi proposalnya, Thara menceritakan tantang aktifitasnya sebagai river warrior, yaitu mulai observasi, edukasi dan aksi.

Observasi yaitu melakukan river cleanup, brand audit, menyusuri sungai untuk mengumpulkan data pendukung. 

Sementara, edukasi yaitu membagikan data kepada orang lain untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan dan memahami dampak yang ditimbulkan dari plastik, seperti pameran plastik yang pernah diadakan di lapangan SMA  Negeri Driyorejo dan SMP Negeri 12 Gresik.

“Project masalah plastik yang bisa meloloskan saya untuk pergi ke Amerika secara gratis, awal 2019 saya memulai team river warrior fokus menangani masalah sampah popok dan sampah plastik di Sungai Brantas dengan project bernama rewind,” imbuhnya.

Dari proposal river warrior tersebut, Thara diterima untuk menjadi bagian dari IYSPP ke 10 di Amerika Serikat. Peserta lainnya dari Amerika Serikat, Meksiko, Australia, Filipina, Laos, Sri Lanka, India dan Tunisia.

Dalam akhir kegiatan, peserta diberikan kesempatan kepada para peserta untuk mengirimkan surat cinta. Thara mengirimkan surat cinta kepada orang yang berpengaruh, sehingga mengirimkan surat kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Surat tersebut intinya mencegah ekspor sampah plastik ke Indonesia.

 “Saya memutuskan untuk mengirim surat ke Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dalam love letter, saya meminta kepada Pak Trump untuk berhenti mengirim sampah ke Indonesia, karena Indonesia bukan tempat sampah,” katanya.

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved