Breaking News:

Unikama

Pentingnya Pembelajaran HOTS Di Era Milenial Jadi Bahasan di Unikama

Forum Komunikasi Alumni Program Pascasarjana Pendidikan IPS Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) mengadakan simposium "Pentingnya Pembelajaran HOTS

SURYA/Sylvianita Widyawati
Kegiatan simposium Pendidikan IPS bertajuk "Pentingnya Pembelajaran HOTS Di Era Milenial" di PPS Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama), Jumat (13/3/2020) 

SURYA.co.id | Malang - Forum Komunikasi Alumni Program Pascasarjana Pendidikan IPS Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) mengadakan simposium "Pentingnya Pembelajaran HOTS Di Era Milenial", Jumat (13/3/2020).

Pembicara adalah alumni PPS Unikama yaitu Drs Sinyamin MPd, Kepala Sekolah yang juga Pembina MGMP IPS Kabupaten Malang dan Sulistyowati MPd, guru IPS yang juga narasumber nasional kurikulum 2013 (K13).

"Pembelajaran HOTS (High Order Thinking Skills) sudah jadi tuntutan zaman di abad 21," kata Sinyamin.

Ia menambahkan guru juga harus mempersiapkan diri sebab di HOTS perlu kemampuan yang kompleksitas.

Sebaliknya siswa harus dibiasakan dengan HOTS dalam gradasi tinggi. Untuk itu diperlukan literasi (keterbukaan wawasan). Meski dalam kondisi saat ini anak siswa kurang dalam kemampuan bacanya.

"Seperti anak SMP biasanya bacanya kurang bisa lama. Paling lama lima menit. Beda dengan mahasiswa yang sudah bisa lebih lama," katanya.

Karena literasi baca kurang, maka mempengaruhi wawasan yang dimilikinya. Padahal lewat HOTS, kebutuhan berpikir kompleks diperlukan. Untuk ke sana, guru juga perlu berlatih karena sampai saat ini masih ada guru yang hanya minta siswa mengerjakan LKS (Lembar Kerja Siswa).

Untuk mendorong pembelajaran yang HOTS, kepala sekolah juga harus berperan sehingga penerapan pembelajarannya bisa efektif pada semua guru.

Untuk pembelajarannya, guru bisa memilih topik yang menarik pada siswa.

"Ini bisa disiapkan guru sejak dari rumah termasuk lembar soal yang baru, sehingga siswa akan selalu dapat hal baru dari yang dikerjakan. Bukan berdasarkan soal-soal lama," kata Sinyamin.

Untuk pelaksanaannya, guru bisa mengadopsi model pembelajarannya dan mengimplementasikan 5W+ 1H dan siswa bisa mengeksplorasikan. Jika dua hal itu dilakukan, maka akan timbul pembelajaran yang HOTS.

Sedang Dr Endah Andayani MM, Direktur Pascasarjana Unikama menyatakan kegiatan simposium melibatkan alumni merupakan implementasi program kerja pasca lewat Forum Komunikasi Alumni Pascasarjana.

"Dari kegiatan seperti ini kami juga bisa melacak jejak alumni. Mereka juga bisa sharing dan berbagi pengalaman di karena kebanyakan alumni kami ada yang jadi kepala sekolah, pengawas. Jejaring ini akan sangat membantu pasca karena butuh dukungan dari eksternal," papar Endah.

Kebutuhan di lapangan dari pengalaman di sekolah bisa membantu pihaknya untuk penyusunan kurikulum. Sehingga akan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved