Citizen Reporter

Wisata Rumah Tua ala Noni Belanda di Kabupaten Kediri

Tempat wisata di Kabupaten Kediri seperti tidak ada habisnya. Sekarang ada Dadapan One Stop Holiday dengan wisata rumah tua atau bangunan lama.

Wisata Rumah Tua ala Noni Belanda di Kabupaten Kediri
citizen reporter/Moh Fikri Zulfikar
Kincir angin di wisata bangunan zaman Belanda di Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.

Di Kabupaten Kediri juga ada wisata bangunan-bangunan atau rumah tua. Itu menjadi destinasi baru seperti wisata yang ada di Desa Tawang, Kecamatan Wates bernama DOSH atau singkatan dari Dadapan One Stop Holiday.

Wisata bangunan atau rumah tua itu cukup ramai dikunjungi pengunjung dari dalam maupun luar kota, terlebih di hari libur dan akhir pekan. Seperti terlihat pada Minggu (1/3/2020), kawasan wisata itu cukup dipadati pengunjung.

Dengan memanfaatkan rumah tua dengan gaya arsitektur Belanda, rumah megah yang awalnya tidak terpakai ini pun disulap menjadi wisata berkonsep jaman doeloe atau jadoel yang lengkap dengan taman bunga nan indah.

“Ketika masuk ke wisata ini, serasa kita berada di zaman Hindia Belanda,” ungkap Nafisha, pelajar asal Jombang ketika mengunjungi DOSH.

Tak hanya bangunan dan taman yang khas kolonial Belanda, para pengunjung pun diperkenankan memakai baju ala noni-noni Belanda dengan cara menyewanya. Berlatar taman dan bangunan kuno, kostum noni Belanda pun menjadi sangat lengkap ketika digunakan sebagai media berfotoria.

“Temanya sangat unik wisata ini. Beberapa spot foto dan kostum disediakan di sini. Ini sangat instagramable,” ujar siswa yang kini duduk di bangku madrasah aliyah itu.

Lain dengan Nafisha, Nur Intan wisatawan dari Surabaya malah tertarik dengan wisata Museum 3D (tiga dimensi) yang ada di DOSH. Museum yang berada di dalam bangunan utama rumah kuno itu pun menawarkan gambar-gambar 3D yang menyerupai dengan aslinya, di antaranya seperti gambar dikejar dinosaurus hingga gambar berkelahi dengan pendekar Tiongkok.

“Anak-anak yang suka ke museum 3D ini. Mereka suka sekali mereka berfoto di spot ini, karena gambarnya seperti nyata,” ungkap Intan.

Selain wanawisata dan banyaknya spot foto yang disediakan, Intan menganggap DOSH ini adalah wisata yang murah meriah dan siapa saja bisa menjangkaunya. Dengan hanya membayar tiket Rp 5 ribu rupiah, masyarakat sudah bisa masuk dan menikmati wisata yang ditawarkan. Selain itu, pengunjung juga diperkenankan membawa bekal makanan ketika menikmati pemandangan taman bunga dan bangunan kuno ini.

“Wisatanya cukup menarik, kami sekeluarga bisa piknik dengan tenang di taman bunga ini,” tegasnya.

Moh Fikri Zulfikar
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia
Pascasarjana Universitas Negeri Malang
fikrizulfikar982@gmail.com

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved