Breaking News:

Berita Madiun

Penebangan Pohon Ilegal di Kebun Kopi Madiun, Hendak Dibeli Pengusaha Trenggalek Ratusan Juta Rupiah

Sesuai dengan kesepakatan, pengusaha tersebut akan membeli 27 pohon, dengan harga ratusan juta rupiah.

Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/rahadian bagus priambodo
Kasatreskrim Polres Madiun, AKP Logos Bintoro menunjukkan barang bukti tiga batang kayu diduga hasil ilegal logging. 

SURYA.co.id| MADIUN - Tim Satuan Reskrim Polres Madiun menggerebek dugaan praktek ilegal logging di kawasan perkebunan kopi Kandangan, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun.

Praktek yang sudah berlangsung sejak akhir Februari 2020 itu, digrebek setelah polisi mendapatkan laporan dari warga setempat.

Kasat Reskrim Polres Madiun, AKP Logos Bintoro ketika dikonfirmasi Jumat (13/3/2020) di kantornya, membenarkan penggerebekan dugaan praktek ilegal logging tersebut.

Dari hasil penggerebekan, polisi menemukan sejumlah pekerja sedang melakukan aktivitas penebangan kayu.

"Dari hasil penggrebekan kami menyita tiga batang kayu sono berdiameter sekitar 40 cm, dan panjang sekitar empat meter yang baru saja ditebang," kata Logos.

Selain menyita barang bukti tiga batang kayu yang baru ditebang, polisi juga mengamankan tiga orang, mesin memotong, serta dump truk yang akan dipakai mengangkut kayu hasil tebangan.

Sementara sisa kayu diamankan di tempat kejadian perkara.

"Kami juga mengamankan pemilik kayu, pembeli, dan koordinator penebangnya, untuk dimintai keterangan," ujarnya.

Logos menuturkan, awalnya pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat setempat yang melihat aktivitas mencurigakan di dalam hutan di areal kebun kopi Kandangan. Kemudian polisi melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenaran dugaan praktek illegal logging di kawasan perkebunan kopi kandangan.

Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan fakta terdapat aktivitas penebangan pohon jenis Sono sebanyak 27 pohon.

Meski demikian, tim penyidik belum dapat memastikan aktivitas penebangan itu masuk dalam ranah penebangan pohon di kawasan hutan milik negara (illegal logging) atau tidak.

"Saat ini, kami masih fokus pemeriksaan saksi-saksi yang mengetahui aktifitas penebangan kayu tersebut," terangnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui kayu tersebut akan dibeli pengusaha asal Kabupaten Trenggalek.

Sesuai dengan kesepakatan, pengusaha tersebut akan membeli 27 pohon, dengan harga ratusan juta rupiah.

Logos menambahkan, polisi juga akan memeriksa saksi ahli dari berbagai instansi terkait seperti Badan Pertanahan Negara (BPN), Dinas Perizinan Kabupaten Madiun dan BKSDA. Pemeriksaan saksi diperlukan untuk memastikan tindak pidana dalam dalam kasus ini.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved