Grahadi

Pemprov Jatim

Pemprov Jatim dengan Pemerintah Belanda Jajaki Kerja Sama Infrastruktur dan Ekonomi

Pemprov Jatim dengan Pemerintah Belanda melakukan penjajakan kerja sama infrastruktur dan perekonomian.

Pemprov Jatim dengan Pemerintah Belanda Jajaki Kerja Sama Infrastruktur dan Ekonomi
Humas Pemprov Jatim
Wagub Jatim, Emil Elestianto Dardak bersama Menteri Insfrastruktur dan Pengelolaan Air Belanda, Cora Van Nieuwenhuizen dan Deputi Dirjen Hubungan Ekonomi Luar Negeri Kementerian Perdagangan dan Pembangunan Belanda, Peter Portman memotong pita peresmian pembukaan NBSO (Netherlands Business Support Office) di Surabaya 

SURYA.co.id | SURABAYA - Untuk membangun kemitraan dan persahabatan yang lebih erat antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) dengan Pemerintah Belanda, kedua pemerintahan melakukan penjajakan kerja sama infrastruktur dan perekonomian. 

Penjajakan tersebut dilakukan Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak dengan Menteri Infrastruktur dan Pengelolaan Sumber Daya Air Belanda, Cora van Nieuwenhuizen serta perwakilan Pemerintah Belanda lainnya di acara Pembukaan Netherlands Business Support Office (NBSO) Surabaya di Grand Ballroom Hotel Sheraton Surabaya, Kamis (12/3).

Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak mengatakan pertemuan tersebut menghasilkan dua kerja sama antar kedua wilayah yaitu pengelolaan sungai di sektor infrastruktur dan pembukaan NBSO Surabaya di sektor perekonomian soal perdagangan dan industri.

Dari sektor infrastruktur, Emil menjelaskan, bahwa Pemerintah Belanda melalui Kementerian Infrastruktur dan Pengelolaan Air bersedia membantu Pemprov Jatim dalam mengatasi banjir. Khususnya soal penanganan banjir dan pengelolaan sungai di wilayah Welang, Pasuruan. 

“Jadi siapa saja yang punya usaha di Gerbangkertasusila, kita sudah dapat dukungan dari Kementerian Infrastruktur dan Pengelolaan Sumber Daya Air di Belanda untuk mengatasi masalah banjir,” ungkap Wagub Emil.

Lebih lanjut, Emil menjelaskan, Pemprov Jatim ke depannya akan mempelajari teknologi yang tengah dipakai di negeri kincir angin itu. Utamanya untuk mengatasi sampah di sungai, yaitu teknologi berbasis buble atau busa.

“Saya dengar tadi ada teknologi dengan buble (busa) yang bisa memfilterasi sampah-sampah yang ada di sungai,” jelas Wagub Emil. 

Namun, Emil berharap agar teknologi tersebut perlu dikaji terlebih dahulu. Mengingat karakteristik sampah di Belanda dan Jawa Timur sangat berbeda.

Sementara dari sektor perekonomian, Emil menyampaikan kalau Pemprov Jatim sangat serius dengan kerja sama tersebut. Salah satu buktinya adalah kerja sama berupa dibukanya NBSO di Surabaya. 

Lewat kerja sama tersebut diharapkan mampu menjadi penghubung bagi investor atau pelaku usaha asal Belanda untuk berinvestasi di Jawa Timur dan wilayah Indonesia Bagian Timur lainnya.

“Ini adalah bukti bahwa komitmen dari Belanda untuk membangun persahabatan dan kerja sama ekonomi dengan Jawa Timur sangatlah kuat,” tutur Wagub Emil.

Selain NBSO, Pemerintah Belanda juga tertarik bekerja sama dalam mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, Malang. Bersama dengan Deputi Hubungan Ekonomi Luar Negeri Kementerian Perdagangan dan Pembangunan Belanda Peter Portman, dirinya akan membahas potensi pembangunan galangan kapal, penguatan sekolah kejuruan bahkan ekonomi digital di kawasan tersebut.

Untuk itu dirinya meminta kepada semua pelaku usaha untuk bisa memanfaatkan kesempatan baik tersebut. Kepada seluruh delagasi Belanda, dirinya mengucapkan terima kasih dan berharap agar dengan dibukanya NBSO bisa menjadi jembatan untuk kemitraan dan persahabatan yang lebih erat antara Indonesia khususnya Jawa Timur dengan Belanda. (hms)

Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved