Breaking News:

Citizen Reporter

Ini Cara Mengenalkan Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing

Pengenalan bahasa Indonesia kepada penutur asing menjadi salah satu dari strategi pengenalan bahasa Indonesia melalui budaya.

citizen reporter/Annisa Ariyani
Liliana Muliastuti (Ketua APPBIPA) memberi materi dalam Seminar dan Lokakarya BIPA di Balai Bahasa Jawa Timur. 

Utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing. Lantas, bagaimana cara mengutamakan bahasa Indonesia sehingga menjadi bahasa internasional melalui program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA)?

Pertanyataan itu terjawab dalam Seminar Lokakarya (Seloka) Afiliasi Pengajar dan Pegiat BIPA (APPBIPA) Jawa Timur di Aula Sutasoma, Balai Bahasa Jawa Timur di Sidoarjo, Sabtu-Minggu (7-8/3/2020).

Acara yang selenggarakan oleh Balai Bahasa Jawa Timur itu diikuti sekitar 40 peserta. Itu untuk memberikan pelatihan bagi calon pengajar BIPA sehingga menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional.

Ada empat pemateri yang memberikan seminar dan pelatihan, yakni Mustakim (Kepala Balai Bahasa Jawa Timur), Liliana Muliastuti (Ketua APPBIPA), Gatut Susanto (Ketua APPBIPA Jawa Timur), dan Arif Budi Wurianto (Kepala BIPA Universitas Muhammadiyah Malang). Mereka membagikan informasi yang sangat dibutuhkan pengajar BIPA.

Hari pertama diisi dengan materi dasar pengajaran BIPA. Mustakim membahas strategi diplomasi Indonesia melalui pengajaran BIPA. Dalam menjalin hubungan kepentingan antara bangsa Indonesia dengan bangsa lain, seharusnya dengan mempelajari bahasa dan budaya.

“Dalam implementasinya, pengajar BIPA harus memiliki wawasan yang mengandung nilai-nilai kebangsaan seperti kesadaran, kesetiaan, kecintaan, dan kebanggaan terhadap budaya dan norma di Indonesia,” kata Mustakim. Ia menambahkan, nilai-nilai kebanggaan itu menjadi bekal muatan materi pemahaman tentang Indonesia.

Gatut menguatkannya dengan menjelaskan bahan ajar BIPA. Bahan ajar yang dipakai harus disesuaikan dengan karakteristik peserta didik BIPA.

“Ketika mengajarkan bahasa Indonesia kepada penutur asing, konsepnya harus sesuai dengan kurikulum yang diimplementasikan ke dalam silabus dan dilaksanakan berdasarkan rencana pelaksanaan pengajaran (RPP),” tutur Liliana.

Liliana mengingatkan, sebelum membuat menyusun silabus dan RPP, pengajar BIPA harus membuat analisis kebutuhan. Itu penting agar proses belajar bahasa Indonesia sesuai dengan kebutuhan dan bermanfaat.

Kegiatan hari pertama ditutup dengan pelantikan pengurus APPBIPA Jawa Timur 2020-2024. Pengurus berharap, aktivitas mereka di Jawa Timur akan memberi banyak manfaat dalam pengembangan BIPA.

Setiap kali mengajarkan bahasa Indonesia kepada penutur asing, selalu ada gesekan yang membuat para pengajar BIPA tidak hanya harus bisa menguasai materi belajar, tetapi juga harus kreatif. Itu ditunjukkan Arif Budi Wurianto ketika menunjukkan cara yang selalu bisa membuat seluruh peserta gembira. Ia memutar lagu Batak dan minta seluruh peserta seloka menari ala gerakan tarian Batak.

Cara itu terbukti ampuh membuat semua gembira. Gembira adalah salah satu bagian penting saat mengajarkan bahasa Indonesia kepada penutur asing. Ketika penutur asing itu senang, ia akan lebih bersemangat belajar tentang bahasa Indonesia.

Seluruh peserta mempaktikkan semua cara itu. Mereka bersemangat memberikan contoh pengajaran BIPA. Dari contoh-contoh itu, Gatut dan Arif mengoreksi dan menunjukkan apresiasi. Seluruh peserta puas dengan materi pelatihan yang memang sangat dibutuhkan itu.

Annisa Ariyani
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia
Pascasarjana Universitas Negeri Malang
annisaariyani93@gmail.com

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved