Breaking News:

Citizen Reporter

Cukup dengan Karton, Anak Bersemangat Belajar Sains

Mengajak anak mengenal sains harus dilakukan dengan gembira, melibatkan motorik halus dan kasar, juga mendorong agar anak mengalami proses menemukan.

Cukup dengan Karton, Anak Bersemangat Belajar Sains
citizen reporter/Zaimatus Zaifaro
Siswa SD Al Muslim Sidoarjo menggunakan karton untuk belajar sains.

Mengapa orang dapat berjalan, bermain, duduk, melompat, tersenyum, dan bernapas? Pertanyaan sederhana dari Iffah, guru Sains di SD Al Muslim, Sidoarjo, itu membuat semua siswa kelas V Ibnu Rusydi mencari jawabannya. Mereka membawa sekeranjang benda dan karton ke kelas, Senin (9/3/2020).

Pertanyaan itu memancing banyak jawaban. Di antara mereka ada yang menjawab karena tubuh memiliki sendi. Aven, salah satu siswa menjawab karena tubuh memiliki otot.

Bukan hanya itu, pertanyaan terbuka yang disampaikan benar-benar membuat siswa mengeksplorasi pengetahuan awal mereka. Kelas menjadi terasa hidup dan bersemangat apalagi saat guru memberikan penguatan jawaban terbaik dari semua jawaban adalah jawaban yang disampaikan oleh Putri Nayla. Menurut Putri, dia bisa berjalan, bermain, duduk, melompat, tersenyum, dan bernapas adalah karena tubuh memiliki rangka, sendi, dan otot.

Setelah mempelajari materi rangka, sendi, dan kelainan pada tulang maka pada pembelajaran kali itu siswa menemukan cara otot menggerakkan tulang. Pertanyaan kritis disampaikan oleh Dzaky.

“Bagaimana cara otot menggerakkan tulang?” tanyanya penuh ingin tahu.

Pertanyaan itu kemudian dijawab dengan melakukan kegiatan penemuan dan penyelidikan bagaimana otot menggerakkan tulang. Alat dan bahan yang dibutuhkan di antaranya adalah kardus/kertas karton, gunting, isolasi, penggaris, benang bangunan.

Sebelum melakukan kegiatan penyelidikan, masing-masing siswa menuliskan hipotesis pada jurnal Sains yang telah mereka miliki. Berpikir kritis, kreatif, mandiri dan mampu bekerja sama secara baik bersama anggota kelompok sangat ditekankan dalam kegiatan penyelidikan itu.

Mengukur panjang lengan atas dan lengan bawah teman adalah langkah awal yang akan dilakukan untuk membuat model guna menyelidiki dan mempelajari bagaimana otot menggerakkan tulang. Data yang diperoleh dicatat dengan baik. Lembar Kerja Siswa dalam aktivitas penemuan sangat membantu siswa menyelesaikan modelnya dengan sangat baik.

Model itu terdiri atas lengan atas, lengan bawah, dan telapak tangan. Semua siswa tampak aktif dan bersemangat membuat model lengan atas dan lengan bawah, kegiatan menjadi semakin seru saat siswa menjiplak sendiri tangannya dan menempelkan pada model lengan bawah.

Kesulitan menyambungkan lengan atas dan lengan bawah dapat diatasi dengan baik oleh Iqbal dan Harist. Pada akhirnya keduanya menjadi tutor sebaya bagi teman-teman sekelas dalam menyambungkan lengan atas dan lengan bawah agar bisa digerakkan oleh benang yang dianalogikan sebagai otot.

Hampir semua siswa mempresentasikan hasil kerjanya dengan penuh percaya diri. Masing-masing mampu menjawab pertanyaan yang diajukan meliputi bagian manakah yang berperan sebagai tulang, bagian manakah yang merupakan otot, apa yang terjadi ketika kamu menarik benang yang ada di bagian depan, apa yang terjadi jika benang yang terdapat pada bagian lain kamu tarik.

Semua siswa tampak puas dengan hasil yang mereka capai. Pun demikian dengan guru pengajarnya.

“Adalah hal yang memuaskan saat kita mengajarkan sesuatu dan siswa kita menjadi lebih paham dengan baik. Semoga media ini bisa mengisnpirasi dalam menanamkan konsep yang sulit dipahami siswa,” papar Iffah di akhir pembelajaran.

Zaimatus Zaifaro
Ketua Gugus Leadership Yayasan Pendidikan Al Muslim Jawa Timur
zaimatuszaifaro@gmail.com

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved