Citizen Reporter

Ayo Kumpulkan Barang Bekas untuk Merawat Lingkungan

Jumat Bersih menjadi istimewa ketika siswa SDN Tambaksari III/159 Surabaya bersama-sama membawa koran, kardus, dan minyak goreng bekas.

Ayo Kumpulkan Barang Bekas untuk Merawat Lingkungan
citizen reporter/Elis Setyowati
Siswa SDN Tambaksari III/159 Surabaya mengumpulkan kertas dan kardus bekas serta jelantah di sekolah.

SDN Tambaksari III/159 Surabaya melaksanakan kegiatan Jumat Bersih. Kegiatan itu diadakan sebulan sekali setiap Jumat pertama. Mereka membawa koran, kardus, atau minyak goreng bekas (jelantah).

Jumat Bersih adalah kegiatan membersihkan seluruh lingkungan sekolah serta membawa barang-barang bekas dari rumah yang sudah tidak terpakai dan dikumpulkan di sekolah. Pada Jumat (6/3/2020), anak-anak membawa koran, kardus, dan minyak goreng bekas (jelantah).

Pagi itu anak-anak dan seluruh dewan guru SDN Tambaksari III/159 Surabaya senam bersama di lapangan. Setelah senam usai mereka mereka membersihkan kelas dan seluruh lingkungan sekolah. Selanjutnya, anak-anak dikumpulkan di halaman sekolah dengan membawa barang-barang bekas yang mereka bawa dari rumah. Mereka berbondong-bondong dengan membawa kardus bekas, koran, dan minyak bekas.

Anak-anak berbaris rapi sambil mendengarkan pengarahan dari Koordinator Ecopreneur, yaitu Eka Wulandari. Ia memberi tahu agar kardus dan koran dikumpulkan di depan perpustakaan. Pengumpulan kardus dan koran itu dipandu oleh dua guru, yaitu Endang dan Wisma. Minyak goreng bekas dikumpulkan di bawah pohon mangga dengan dipandu dua guru, Sella dan Ula.

“Kumpulkan dengan tertib dan rapi,” ujar Wulan memberi arahan kepada anak-anak.

Rahman, anak berkebutuhan khususpun tidak mau kalah dengan anak yang lain. Dengan antusias, ia ikut mengantre untuk mengumpulkan koran bekas yang ia bawa dari rumah.

Wulan menjelaskan, kegiatan itu selain mengajarkan kepada anak-anak tentang pentingnya mendaur ulang sampah, juga mengajarkan tidak semua barang bekas dibuang di tempat sampah atau selokan. Beberapa barang bekas bisa didaur ulang atau dijual seperti kardus dan koran bekas. Barang-barang itu selain didaur ulang juga bisa dijual.

Minyak goreng bekas juga sama. Jika dibuang di selokan maka akan mencemari lingkungan karena limbah minyak tidak bisa menyatu dengan air. Ketika dibuang ke selokan, limbah minyak akan mencemari sungai. Oleh karena itu, anak-anak diminta untuk membawa limbah minyak goreng ke sekolah.

Hasil dari penjualan barang-barang bekas itu akan digunakan untuk merawat lingkungan. Uangnya untuk membeli pupuk bunga, tanah, pot dan lain-lain yang ada hubungannya dengan lingkungan sekolah.

Tuti Purwaningsih, Kepala SDN Tambaksari III menjelaskan, kegiatan itu adalah kegiatan dari siswa dan untuk siswa. Karena itu, hasil penjualan barang-barang bekas digunakan untuk perawatan lingkungan sekolah. Kelak anak-anaklah yang akan menikmati keindahan dan keasrian lingkungan itu.

Elis Setyowati
Guru SDN Tambaksari III/159 Surabaya
elis.setyowati1987@gmail.com

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved