Minggu, 19 April 2026

Berita Bangkalan Madura

Warga Desa Binajuh Bangkalan Berharap Pengolahan TPA Sampah di Desanya hingga begini

Keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Desa Bunajih Kecamatan Labang diharapkan mampu memberikan manfaat terhadap warga setempat.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Parmin
surya.co.id/ahmad faisol
Kondisi TPA baru di Desa Bunajih, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, Kamis (12/3/2020). 

SURYA.co.id | BANGKALAN - Keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Desa Bunajih Kecamatan Labang diharapkan mampu memberikan manfaat terhadap warga setempat.

Dalam sepuluh hari terakhir, lahan perbukitan di Dusun Tokeran Desa Bunajih dijadikan TPA baru.

Setelah satu-satunya lahan TPA sampah di Desa Buluh Kecamatan Socah disegel warga setempat sejak Jumat (24/2/2020).

Pengiriman sampah dilakukan pada siang dan malam, di atas pukul 22.00 WIB.

"Pengolahan sampah sampai ke ompos hingga menjadi pupuk. Seperti itu yang diinginkan masyarakat," ungkap Kepala Desa Binajuh Syamsul Arifin kepada Surya, Kamis (12/3/2020).

Selain itu, Syamsul meminta dalam pengolahan sampah Pemkab Bangkalan turut memberdayakan masyarakat setempat.

"Sampah sebetulnya bermanfaat, punya nilai ekonomis. Sementara yang saya tahu sampah plastik kualitas terjelek, bisa dijadikan batako," jelasnya.

Sebelumnya, Syamsul memberikan deadline selama tiga bulan kepada Pemkab Bangkalan terkait pengolahan sampah.

Ia berharap, Pemkab Bangkalan bukan hanya membuang sampah namun dengan sistem pengolahan yang baik.

"Warga menunggu untuk dikelola. Tapi kalau masih sebatas janj, masyarakat tidak mau. Kecuali ada realisasi," tegasnya.

Selain itu, lanjutnya, Syamsul juga berharap ada perbaikan jalan dari arah barat untuk akses utama menuju TPA.

"Warga juga menginginkan jalan dari arah selatan diaspal hotmix sebagai kompensasi," paparnya.

Sementara ini, akses menuju TPA melintasi Sukolilo. Selain padat penduduk, truk pengangkut sampah harus menempuh jarak sekitar 5 Km dari jalan poros kabupaten.

Sedangkan akses utama yang direncanakan hanya berjarak sekitar 3 Km dari jalan kabupaten menuju TPA.

"Meski telah terbangun akses baru dari arah barat ke TPA, warga tetap menginginkan jalan di-hotmix dari arah selatan sebagai kompensasi," pungkas Syamsul.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved