Piwali Surabaya 2020

Setelah Ditolak Bawaslu Surabaya, Sholeh-Taufik Siapkan Tuntutan ke PTTUN

"Kami akan mengajukan sengketa ini kepada Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara. Ini sesuai dengan Pasal 154 ayat 2 UU 10 tahun 2016," kata Sholeh

Setelah Ditolak Bawaslu Surabaya, Sholeh-Taufik Siapkan Tuntutan ke PTTUN
surabaya.tribunnews.com/bobby constantine koloway
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Surabaya membacakan putusan permohonan sengketa proses pencalonan perorangan dengan pemohon Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali kota, M Sholeh dan Taufik Hidayat Kamis (12/3/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Putusan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Surabaya yang menolak seluruh permohonan Bakal Calon Wali Kota Surabaya, M Sholeh dan Taufik Hidayat telah dibacakan. Menindaklanjuti putusan ini, Sholeh-Taufik rencananya akan membawa gugatan serupa ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN).

"Kami akan mengajukan sengketa ini kepada Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara. Ini sesuai dengan Pasal 154 ayat 2 UU 10 tahun 2016," kata Sholeh seusai pembacaan putusan musyawarah oleh Bawaslu Surabaya, Kamis (22/3/2020).

Ia masih cukup optimistis bahwa ada peluang untuk memenangkan persidangan tersebut. "Pasangan calon yang tidak puas dengan Bawaslu, bisa mengajukan sengketa ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara. Rencananya, kami akan ajukan pada Jumat nanti," katanya.

Sholeh menilai putusan tersebut menunjukkan bahwa Bawaslu Surabaya menganut sistem demokrasi prosedural. "Bagi kami, seharusnya demokrasi keadilan," kata Sholeh yang juga berprofesi sebagai pengacara ini.

Sebab, sesuai dengan fakta di lapangan pihaknya memang telah mengumpulkan syarat minimal dukungan (syarminduk). Bahkan, Sholeh masih mengklaim mengumpulkan lebih dari jumlah minimal oleh KPU.

"Sebab, kami sudab menyerahkan dukungan lebih dari yang disyaratkan KPU. Dari 138.565 dukungan yang disyaratkan, kami mengumpulkan 151.810 dukungan. Ini jauh di atas persyaratan di KPU," kata Sholeh.

Meskipun demikian, Sholeh mengakui bahwa pihaknya memang belum semuanya terunggah di sistem informasi pencalonan (silon). Sebab, Sholeh baru mengunggah 86.404 lembar yang dinyatakan lengkap di dalam silon.

"Secara prosedural, kami kalah karena belum semua yang dimasukkan ke dalam silon. Namun, bicara keadilan, mestinya yang dipertimbangkan oleh teman-teman Bawaslu adalah dukungan dari masyarakat yang seharusnya tak boleh tercederai," lanjutnya.

"Kami bisa saja menerima apabila dari verifikasi faktual nantinya, masyarakat tidak mendukung atau menolak kami. Kami akan tahu diri," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya akan membawa ini ke pengadilan negeri tata usaha negara. "Tuntutannya sama. Kami ingin mengungkap sejumlah temuan data yang acapkali berbeda," pungkasnya.

Bawaslu Surabaya Tolak Seluruh Permohonan Sholeh-Taufik untuk Calon Perorangan

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved