Pertamina EP Tandatangani Protap Antisipasi Tumpahan Minyak SKK Migas

PT Pertamina EP Asset 4 bersama 13 KKKS diwilayah Jawa Bali Nusa Tenggara menandatangani Prosedur Tetap (Protap) Penanggulangan Tumpahan Minyak

Asset 4 Pertamina EP
Para perwakilan manajemen 13 KKKS dan SKK Migas yang mengikuti kegiatan di Banyuwangi berupa penandatangan protap dan pelatihan penanggulangan kebocoran minyak di perairan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Pertamina EP Asset 4 bersama 13 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) diwilayah Jawa Bali Nusa Tenggara menandatangani Prosedur Tetap (Protap) Penanggulangan Tumpahan Minyak. Hal itu dilakukan mengingat resiko tinggi sebagai perusahaan yang bergerak di Industri hulu minyak dan gas bumi (migas).

"Salah satu bentuk risiko yang dapat terjadi di lapangan migas, utamanya yang berada di wilayah lepas pantai (offshore), adalah terjadinya tumpahan minyak," kata Julius Wiratno, Deputi Operasi SKK Migas, Kamis (12/3/2020).

Setelah penandatanganan prosedur tetap (protap) tumpahan minyak, SKK Migas bersama 13 KKKS di wilayah kerja Jawa, Bali dan nusa Tenggara (Jabanusa) itu juga menyelenggarakan latihan gabungan penanggulangan tumpahan minyak di Banyuwangi, pada Rabu (11/3/2020) kemarin.

"Penyelenggaraan latihan gabungan penanggulangan tumpahan ini diharapkan bisa meningkatkan kemampuan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk menanggulangi kejadian tumpahan minyak," jelas Julius.

Apalagi, target produksi migas yang ditetapkan oleh pemerintah dan rencana SKK Migas mencapai produksi minyak 1 juta BOPD di 2030.

Target yang cukup tinggi itu, jangan sampai mengabaikan aspek Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lindungan Lingkungan (K3LL).

"Untuk itulah SKK Migas merumuskan protap ini agar potensi risiko kecelakaan kerja dapat dihindari dan diminimalkan dampaknya," lanjut Julius.

Asset 4 General Manager PT Pertamina EP, Agus Amperianto menambahkan, mengingat lokasi kerja Asset 4 ada yang beroperasi di laut, maka Protap ini sangat perlu untuk diadakan agar apabila terjadi operation failure di laut, sebagai KKKS tahu harus berbuat apa dan kemana harus berkordinasi.

"Di area kami, terdapat Poleng Field yang 90 persen area operasinya berada di laut," kata Agus.

Penunjang produksi dari Poleng Field untuk Minyak sebesar 2.754 BOPD atau 102,85 persen dari target dan Gas 4.050 MMscfd atau 101.08 persen dari target didapatkan dari Platform BW, CW dan DW dengan 9 sumur produksi yang berada di laut Jawa. Maka dari itu, pihaknya merasa Protap ini sangat penting.

"Karena kami bisa berkordinasi dengan KKKS dan instansi lainnya lebih mudah," tambah Agus.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved