Berita Tulungagung

Pejambret Bocah dan Nenek Asal Tulungagung Dibedil, Sembunyi di Rumah Istri Mudanya di Bojonegoro

Pelaku selalu mencari korban perempuan dan anak-anak. Karena mereka dianggap lemah dan tidak mungkin melawan

SURYA.co.id/David Yohanes
Zunaidin (37) tersangka jambret berjalan tertatih di kawal polisi, Kamis (12/3/2020). 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Zubaidin alias Jubet (38) waga Dusun Karangtengah, Desa Pulosari, Kecamatan Ngunut berjalan tertatih, dengan betis kiri dibebat perban.

Meski tangannya diborgol dan luka tembak di kakinya masih baru, Zubaidin masih bisa mengumbar senyum.

Laki-laki dengan lengan penuh tato ini adalah pelaku jambret yang baru ditangkap Tim Khusus Macan Agung, Satreskrim Polres Tulungagung, Rabu (11/3/2020) kemarin.

Menurut Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia, saat ini sudah ada empat kejadian penjambretan yang diakui oleh Zubaidin.

"Kami masih lakukan pengembangan, karena tidak menutup kemungkinan ada TKP lain yang belum terungkap," terang EG Pandia, Kamis (12/3/2020).

Lanjut Kapolres, Zubaidin pernah menjambret seorang anak berusia 10 tahun, di Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru pada 2 Februari 2020.

Saat itu dia pura-pura bertanya rumah kos kepada YP, sambil terus duduk di atas motornya yang menyala.

Begitu YP lengah, Zubaidin mengambil ponsel yang ada di saku depan baju dan langsung kabur dengan sepeda motornya.

"Dia ini memang selalu mencari korban perempuan dan anak-anak. Karena mereka dianggap lemah dan tidak mungkin melawan," sambung EG Pandia.

Terakhir Zubaidin menjambret Martini, nenek 68 warga Kelurahan Bago, Kecamatan Tulungagung pada 28 Februari 2020 pukul 08.30 WIB.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved