Persebaya Surabaya

Momen Bersejarah Laga Persebaya Surabaya vs Persipura, 4 Legenda Persebaya Akan Bertemu

Satu hari lagi Persebaya Surabaya akan menjamu Persipura Jayapura di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Jumat (13/3/2020).

Penulis: Arum Puspita | Editor: Musahadah
Kolase surya.co.id/habibur rohman
Momen Bersejarah Laga Persebaya Surabaya vs Persipura, 4 Legenda Persebaya Akan Bertemu 

SURYA.co.id - Satu hari lagi Persebaya Surabaya akan menjamu Persipura Jayapura di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Jumat (13/3/2020).

Kabarnya laga ini akan spesial lantaran empat legenda Persebaya Surabaya akan bertemu.

Mereka adalah Aji Santoso, Bejo Sugiantoro, Uston Nawawi, dan Jacksen F. Tiago.

Melansir dari laman Persebaya.id disebutkan bahwa nama keempat tokoh itu terpatri di hati Bonek, lantaran mereka pernah mengukir sejarah di tahun 1990an.

Kala itu, Aji Santoso menjadi nahkoda the Dream Team Persebaya.

Aji Santoso memimpin Bejo Sugiantoro, Uston Nawawi, dan Jacksen F. Tiago.

Pelatih asal Malang ini berhasil mengantarkan Persebaya merebut gelar juara Liga Indonesia musim 1996-1997.

Kini mereka siap untuk bertemu ketika Persebaya Surabaya menjamu Persipura Jayapura.

Pemain Persebaya Surabaya saat menggelar latihan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Senin (9/3/2020).
Pemain Persebaya Surabaya saat menggelar latihan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Senin (9/3/2020). (surya.co.id/habibur rohman)

Bedanya Aji, Bejo dan Uston membela panji Persebaya. Sedangkan Jacksen menjadi nahkoda Persipura Jayapura.

Di masa lalu, Aji Santoso menjadi kapten Persebaya Surabaya di umur 27 tahun.

Jacksen berusia 29 tahun. Sedangkan Uston dan Bejo merupakan rising star tim berjulukan Bajul Ijo.

Saat itu Uston berusia 19 tahun, dan Bejo telah berusia 20 tahun.

Jelang pertemuan kedua tim, Aji, Bejo, dan Uston mengenang gaya permainan yang menjadi ciri khas Jacksen saat bersama-sama berkostum Green Force.

Selain itu, sosok Jacksen dianggap punya aura juara karena pernah menjadi pelatih saat Persebaya juara Liga Indonesia musim 2004.

“Saat saya (bermain) sama Jacksen, kami menjadi tim yang selalu bermain menyerang. Sosoknya sangat tajam didepan gawang lawan saat masih aktif bermain. Sekarang sebagai pelatih, saya lihat Persipura di kendali Coach Jacksen cukup impresif,” terang Uston Nawawi.

Sementara Bejo mengakui acksen memiliki semangat seperti Arek Suroboyo.

Mantan pelatih Barito Putera itu, menurut Bejo Sugiantoro, piawai membangkitkan mental juara skuadnya.

“Selama bermain, ia memiliki ambisi, dan selalu termotivasi untuk menang,” tegas ayah dari Rachmat Irianto ini.

Di sisi lain, Aji memuji kualitas Jacksen semasa menjadi pemain maupun pelatih.

Hal ini dibuktikan dengan karir Jacksen yang semakin meroket, bahkan ia membela klub-klub besar di Indonesia.

“Saya sangat tahu sejak dulu semasa bermain kalau Coach Jacksen, pemain yang sangat berkualitas. Sekarang sebagai pelatih, Jacksen punya keseimbangan, antara menyerang dan bertahan,” tutur Aji Santoso

Cerita Uston Nawawi

Gugatan PT Persebaya Indonesia atas hak prioritas penggunaan Mess Persebaya atau Mess Karangayam melawan Pemkot Surabaya memang telah dimenangkan oleh pihak Persebaya pada Selasa (10/3/2020).

Kemenangan Persebaya dalam gugatan ini bukan merupakan keputusan akhir karena Pemkot Surabaya memutuskan akan mengajukan banding terkait keputusan ini.

Dibalik perseteruan antara Persebaya dan Pemkot Surabaya, tersimpan kisah pilu bagi Persebaya U-20 ketika ingin menggunakan lapangan Karanggayam yang terletak di Jalan Tambaksari.

Dikutip dari laman resmi klub, Persebaya U-20 yang dibesut oleh Uston Nawawi kala itu sempat mengalami kesulitan tempat untuk berlatih.

Saat itu Persebaya U-20 mengajukan izin untuk menggunakan Karanggayam tapi kemudian ditolak.

Penolakan tersebut disertai arahan untuk menggunakan Gelora Bung Tomo (GBT) yang ada di daerah Benowo.

Jarak antara Karanggayam ke Stadiun GBT adalah sekitar 24 KM, atau bisa dicapai dengan perjalanan kurang lebih 60 menit. 

Pihak Persebaya U-20 memilih untuk bersikap kooperatif dan mengikuti arahan yang telah diberikan. Sesampainya di stadiun GBT, ternyata pintu gerbang ditutup.

 Penutupan gerbang diikuti dengan larangan dari petugas keamanan untuk tidak memakai stadiun yang telah dibuka sejak tahun 2010 tersebut.

"Saya ingat betul, pernah tim Persebaya U-20 yang dilatih Uston Nawawi kala itu, kesulitan berlatih. Awalnya, mengajukan izin ke Karanggayam tapi ditolak. Diarahkan ke GBT. Eh, sampai di sana ternyata gerbang ditutup, tidak boleh masuk. Mereka sabar. Tak marah pada penjaga. Karena paham mereka hanya mengikuti perintah.

Sejauh itu, kesabaran itu pula yang terus dipupuk manajemen Persebaya. Di sisi lain, klub-klub internal terus bergolak, mendesak manajemen Persebaya mengambil sikap," tulis Persebaya.id

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved