Pilwali Blitar 2020
Bawaslu Temukan 11 Ribu Data Dukungan Ganda dari Bakal Calon Perseorangan Pilwali Blitar 2020
Bawaslu Kota Blitar menemukan potensi data dukungan ganda dari bakal calon perseorangan Pilwali Blitar 2020 yang dikumpulkan di KPU Kota Blitar
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Cak Sur
SURYA.co.id | BLITAR - Bawaslu Kota Blitar menemukan potensi data dukungan ganda dari bakal calon perseorangan Pilwali Blitar 2020 yang dikumpulkan di KPU Kota Blitar.
Bawaslu meminta KPU untuk mencermati kembali data dukungan dari bakal calon perseorangan.
"Temuan data dukungan ganda bakal calon perseorangan sudah kami serahkan ke KPU. Kami minta KPU untuk mencermati ulang data dukungan itu," kata Komisioner Bawaslu Kota Blitar Divisi Pengawasan, Humas dan Hubungan Antar Lembaga, Abdul Azis Al Kaharudin, Kamis (12/3/2020).
Sekadar diketahui, ada tiga pasangan bakal calon perseorangan Pilwali Blitar 2020 yang sudah mengumpulkan dukungan ke KPU Kota Blitar. Ketiganya, yaitu, Lisminingsih-Teteng Condro Rukmono, Purnawan Buchori-Indri Kuswati dan Sumari-Edi Widodo.
Azis mengatakan, jenis data ganda dukungan yang ditemukan Bawaslu, yaitu, data ganda identik, data ganda tidak identik dan data ganda internal.
Data ganda identik, yaitu data dukungan sama yang ditemukan di antara pasangan bakal calon perseorangan.
Data ganda tidak identik, yaitu data dukungan yang NIK-nya sama tapi nama, alamat dan tanggal lahir tidak sama dan ditemukan di antara pasangan bakal calon perseorangan.
Sedang, data ganda internal, yaitu data dukungan sama yang ditemukan di satu pasangan bakal calon perseorangan.
"Kami paling banyak menemukan data dukungan ganda identik di antara tiga pasangan bakal calon perseorangan," ujarnya.
Data dari Bawaslu menyebutkan, jumlah potensi data dukungan ganda dari tiga pasangan bakal calon perseorangan sebanyak 11.060 dukungan. Rinciannya, data dukungan ganda identik sebanyak 8.937 dukungan, data dukungan ganda tidak identik ada 2.123 dukungan,dan data dukungan ganda internal sekitar 60 dukungan.
"Selain potensi data ganda, kami juga menemukan potensi data dukungan ASN, TNI dan Polri dari tiga pasangan bakal calon perseorangan. Jumlahnya sekitar 62 dukungan," ujar Azis.
Dikatakannya, Bawaslu juga menemukan potensi data dukungan yang tidak masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu terakhir. Potensi data dukungan yang tidak masuk DPT sebanyak 843 dukungan.
"KPU harus memverifikasi ulang data dukungan itu. Kemungkinan data dukungan ganda yang ditemukan KPU lebih banyak," katanya.
Komisioner KPU Kota Blitar Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM, Rangga Bisma Aditya mengatakan KPU juga menemukan beberapa catatan saat melakukan verifikasi administrasi dukungan bakal calon perseorangan.
Proses verifikasi administrasi dukungan bakal calon perseorangan sampai 25 Maret 2020. Sekarang, KPU masih melakukan sinkronisasi data dukungan bakal calon perseorangan dengan DPT dan DP4.
"Total dukungan yang dikumpulkan dari tiga pasangan bakal calon perseorangan sekitar 37.000 dukungan yang tersebar di 21 kelurahan di tiga kecamatan. Dukungan paling banyak berasal dari Kelurahan Sukorejo sekitar 4500 dukungan dan di Kelurahan Sananwetan sekitar 3.500 dukungan," kata Rangga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/bawaslu-blitar-12320.jpg)