Berita Surabaya

3 Terdakwa Kasus Jalan Gubeng Ambles Divonis Bebas, Ini Pertimbangan Hakim PN Surabaya

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya memvonis bebas tiga dari enam terdakwa kasus Jalan Gubeng ambles

Syamsul Arifin/TribunJatim.com
tiga terdakwa kasus Jalan Gubeng Amblas dari PT NKE saat jalani sidang di PN Surabaya. Hakim PN Surabaya vonis bebas terhadap mereka. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya yang diketuai oleh R. Anton Widyopriyono memvonis bebas tiga dari enam terdakwa kasus Jalan Gubeng ambles. Mereka adalah Budi Susilo, Rendro Widoyoko dan Aris Priyanto dari PT Nusa Konstruksi Engineering (NKE).

Ketiga terdakwa tidak dihukumi membayar denda sebagaimana tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejati Jatim. 

"Menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah dalam dakwaan satu dan dua, membebaskan terdakwa dari dakwaan satu dan dua. Memulihkan hak terdakwa harkat dan martabatnya. Melimpahkan biaya perkara ini pada negara," ujar Hakim Anton saat membacakan amar putusan, Kamis, (12/3/2020). 

Seusai membacakan putusan, Anton memberikan kesempatan menjawab kepada tiga terdakwa.

Ketiganya sempat berunding bersama kuasa hukumnya.

Mereka pun sepakat menerima putusan

"Kami menerima yang mulia," kata terdakwa Budi Susilo yang juga Direktur Operasional PT NKE.

Adapun pertimbangan hakim dalam perkara ini yaitu tidak ada unsur kesengajaan sebagaimana yang tertuang dalam dakwaan JPU baik dalam pasal primer Pasal 192 Ayat  (1) ke 1 KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP dan dakwaan kedua subsider para terdakwa disangkakan melanggar Pasal 63 Ayat (1) UU RI Nomor 38/2004 tentang Jalan, Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1. 

Sebelumnya, keenam terdakwa dituntut membayar denda sebesar Rp 200-300 juta bila tidak dibayar maka dipidana selama delapan bulan. 

Selepas jalani sidang, Budi Susilo mengaku lega atas vonis tersebut.

Sebab baginya, putusan bebas itu sudah semestinya ia terima.

"Proses saya panjang pak dan tidak biasa ngerusak. (Karier) saya sampai eselon satu di Kementrian PU. Jadi nggak mungkin lah," terangnya. 

Sementara itu, tiga terdakwa lainnya dari PT Saputra Karya masih menjalani sidang. 

Penulis: Samsul Arifin
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved