Breaking News:

Berita Surabaya

15 Orang dari 1.759 Penderita DBD di Jatim Meninggal Dunia, Dinkes Jatim Ajak Masyarakat Lakukan Ini

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim, Herlin Ferliana, mengajak masyarakat untuk menggalakkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan 3M

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: irwan sy
surya.co.id/istimewa
Poster berisi cara mencegah terjangkitnya nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim, Herlin Ferliana, mengajak masyarakat untuk menggalakkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan 3M yaitu menguras, mengubur, dan menutup. Hal ini perlu dilakukan untuk menekan penularan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jatim.

"Kami imbau masyarakat lebih peduli pada lingkungan, dengan membersihkan tempat-tempat kotor dan kumuh. Menggalakkan program menguras, mengubur, dan menutup (3M) wadah yang berpotensi jadi sarang nyamuk," ujar Herlin, Kamis (12/3/2020).

Selain itu, Herlin menyarankan agar masyarakat bisa memakai obat pembasmi nyamuk, mengusap lotion antinyamuk, membakar obat nyamuk, atau menabur bubuk abate di wadah yang bisa menjadi tempat nyamuk berkembang biak. Hal ini diperlukan mengingat penderita DBD di Jawa Timur (Jatim) terus meningkat. Berdasarkan data yang diterima dalam kurun waktu Januari-Februari 2020, total ada 1.759 penderita DBD.

"Pada bulan Januari ada 811 kasus DBD lalu bulan Februari meningkat, ada sebanyak 948 warga Jawa Timur positif DBD," ujar Herlin.

Dari jumlah tersebut, ada 15 penderita DBD di yang meninggal dunia, enam orang pada bulan Januari, sedangkan sembilan lainnya pada Februari.

Walaupun begitu, Herlin mengatakan tingkat kematian DBD tahun ini di periode yang sama dinilai menurun dibandingkan tahun lalu.

"Jumlah penderita DBD tahun 2019 sebanyak 18.393 orang, dengan kematian sebanyak 185 orang," kata Herlin.

Untuk mengantisipasi serta menekan angka penderita DBD, Dinkes Jatim terus melakukan berbagai upaya.

Salah satunya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui gerakan satu rumah satu jumantik.

Dinkes juga menyiapkan petugas, sarana dan prasarana, serta diperkuat dengan fasilitas pelayanan kesehatan di semua wilayah di Jatim.

"Tentunya peran aktif masyarakat terhadap lingkungannya menjadi sangat penting," ucap Herlin.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved