Demonstrasi Buruh

UPDATE Demonstrasi Buruh Surabaya Terbaru & Situasi di Bundaran Waru, Jalan Ahmad Yani Sekarang

Kelompok buruh kini sudah melintasi Bundaran Waru, dan menuju pusat Kota Surabaya Rabu 11 Maret 2020 pada Pukul 12.30 WIB.

SURYA/Tony Hermawan
Susana demonstrasi buruh di Bundaran Waru, Surabaya 

SURYA.co.id - Kelompok buruh kini sudah melintasi Bundaran Waru, dan menuju pusat Kota Surabaya Rabu 11 Maret 2020 pada Pukul 12.30 WIB.

Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak, Gas Bumi dan Umum (FSPKEP) Sunandar mengatakan gerakan buruh kali ini untuk menolak omnibus law.

"Kami menolak karena di dalamnya ada poin-poin yang mendegradasi hak-hak buruh," kata Sunandar di lokasi pada Rabu (11/3/2020).

Berangkat dari keresahan itu, dirinya mengklaim pada hari ini ada ratusan mahasiswa, elemen masyarakat, dan lembaga bantuan hukum di Jatim ikut serta menyampailan aspirasi perihal tolak omnibus law.

"Kamoi bersama Getol dan elemen masyarakat serentak lakukan aksi agar pemerintahan jokowi dan DPR RI betul-betul mempertimbangkan pasal-pasal di omnibus law," tegas dia.

Sunandar menjelaskan beberapa poin-poin yang dianggap dapat merugikan dari segi pekerja buruh. Diantaranya adalah dari segi pengupahan dan kejelasan status para buruh.

"Upah kesepakatan atau upah provinsi kalau ditetapkan akan jadi persoalan besar. Bayangkan kita yang saat ini dibayar Rp 4,2 juta akan diganti Rp. 1,7 juta," ujar Sunandar.

Sedangkan dari segi statusnya di dalam omnibus law tidak ada masa depan kesejahteraan bagi kaum buruh.

"Kemudian jaminan sosial tidak ada pasal yang menjamin ini karena di dalam omnibus law tidak ada aturan karyawan menjadi pekerja tetap melainkan hanya sebagai pekerja kontrak," jelas Sunandar.

Sunandar menambahkan, jika omnibus law ditetapkan ini akan mengancam perserikatan buruh Indonesia.

Halaman
12
Penulis: Tony Hermawan
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved