Berita Tulungagung

Plengsengan Kali Plandaan-Ketanon Tulungagung Rusak, Longsorannya Merusak Bahu Jalan

Pembatas jembatan Kali Plandaan Tulungagung ambruk karena kerusakan plengsengan.

david yohanes/surya
Pembatas jembatan Kali Plandaan Tulungagung ambruk karena kerusakan plengsengan. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Plengsengan kali yang membatasi Desa Plandaan dan Desa Ketanon, di Kecamatan Kedungwaru, Jalan Sultan Agung Kabupaten Tulungagung jebol. Titik kerusakan plengsengan ini tepat di sisi barat jembatan, dan menimbulkan longsor yang parah.

Akibat material tanah yang terikis dan masuk ke aliran kali selebar 4 meter ini, pembatas jembatan ambruk. Selain itu longsoran tanah ini mengarah ke bahu jalan, sehingga mengancam jalur alternatif menuju ke luar kota Tulungagung ini.

Menurut seorang penjual ayam goreng di dekat jembatan, Oki Choirul Anwar (29), plengsengan ini rusak sekitar satu setengah bulan silam. Longsoran ke arah bahu jalan sisi utara ini membuat tanah amblas merembet ke lokasi Oki berjualan.

Karena tempatnya mencari nafkah terancam, Oki sempat menguruk longsoran itu dengan tanah dan batu.

“Saya uruk sendiri karena kan di situ tempat jualan saya. Tapi ternyata lonsgsor lagi, sampai pembatas jembatannya ambruk,” ujar Oki, Rabu (11/3/2020).

Karena longsoran semakin parah, Oki pilih memindah lokasi jualannya di sisi selatan jembatan.

Kini kondisi titik yang longsor ini semakin mengkhawatirkan, karena setiap kali hujan konsisinya bertambah parah.

Di titik yang longsor juga dipakai saluran pembuangan rumah tangga, maupun saluran air hujan yang kini menjadi tertutup.

“Kalau hujan sebenarnya kali ini masih bisa menampung air. Tapi air yang di atas jalan yang mengikis tanah lewat plengsengan yang jebol,” sambung Oki.

Sekitar 100 meter dari titik yang longsor, ke arah barat juga terdapat plengsengan yang rusak parah.

Oki khawatir jika tidak lekas ditangani, maka kerusakan semakin parah.

Bukan hanya menggerus bagu jalan, air hujan juga menggerus tanah ke arah badan jalan.

Jalan Sultan Agung adalah jalur alternatif kendaraan yang akan ke arah Kediri, atau warga dari arah utara yang akan ke kota.

Jika sampai jalan ini tertutup, maka kendaraan akan menumpuk di jalan utama.

Sejauh ini belum ada pihak terkait yang bisa dikonfirmasi.

Penulis: David Yohanes
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved