Berita Banyuwangi

Musrembang Banyuwangi, Bupati Anas: Pembangunan 2021 Tetap Fokus Kerek Kualitas SDM

Upaya untuk mencetak generasi unggul masa depan, sektor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi fokus utama pembangunan di Banyuwangi

Musrembang Banyuwangi, Bupati Anas: Pembangunan 2021 Tetap Fokus Kerek Kualitas SDM
SURYA.co.id/Haorrahman
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas dalam musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) kabupaten, di Banyuwangi, Rabu (11/3/2020). 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Sektor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi fokus utama pembangunan di Banyuwangi.

Upaya untuk mencetak generasi unggul masa depan menjadi salah satu perhatian utama Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, yang disampaikan dalam musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) kabupaten, di Banyuwangi, Rabu (11/3/2020).

Bupati Anas mengatakan, fokus utama pembangunan Banyuwangi pada 2021 ditekankan pada peningkatan kualitas SDM.

Tidak hanya meningkatkan dan memperluas akses masyarakat pada sektor pendidikan dan kesehatan, namun Anas meminta semua stake holder untuk mulai memperhatikan pengembangan SDM berkualitas sejak dini.

“Intinya, people centered development. Dimulai dengan program peningkatan gizi ibu hamil. Data ibu hamil dan kondisinya harus terurai secara detail, kemudian ada intervensi yang jelas dan terukur untuk menekan terjadinya akibat fatal khususnya pada ibu hamil risiko tinggi,” kata Anas.

Anas melanjutkan, selain memberi perhatian pada ibu hamil, tumbuh kembang anak usia golden age 0-5 tahun juga wajib dipantau lewat Posyandu.

Penguatan Posyandu harus dilakukan karena menjadi instrumen kesehatan yang paling dekat dengan warga.

“Ini kita lakukan agar tidak lagi ditemukan anak stunting di Banyuwangi. Perkuat Posyandu dengan memfasilitasi makanan bergizi dan asupan lainnya yang mampu menstimulus pertumbuhan anak dan balita,” imbuh ketua umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) itu.

“Akses kesehatan warga secara umum juga diperluas dengan mempromosikan gaya hidup sehat yang dimotori puskesmas,” imbuh Anas.

Di sektor pendidikan, Anas meminta agar sektor non formal mendapatkan perhatian lebih selain sektor formal. Salah satunya memperbanyak program pendidikan keterampilan yang jelas dan terukur bagi anak-anak muda lulusan pesantren, program kejar paket hingga lulusan SMA dan SMK.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved