Pilwali Surabaya 2020

Gerindra Coret Eri Cahyadi Dari Daftar Pesaing, Sebut Kepala Bappeko Tak Maju di Pilkada Surabaya

Gerindra mencoret Eri Cahyadi dari daftar penantang calon Walikota Surabaya di Pilkada 2020. Partai Gerindra menyebut Eri tak akan maju Pilwali.

Gerindra Coret Eri Cahyadi Dari Daftar Pesaing, Sebut Kepala Bappeko Tak Maju di Pilkada Surabaya
tribun jatim/yusron naufal putra
Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi memenuhi undangan Bawaslu Surabaya, Senin (17/2/2020) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Partai Gerindra mencoret Eri Cahyadi dari daftar penantang calon Walikota Surabaya di Pilkada 2020. Partai Gerindra menyebut Eri tak akan maju dalam pencalonan Wali Kota mendatang.

Hal ini disampaikan Ketua DPC Gerindra Surabaya, BF Sutadi. Menurut Sutadi, ada sejumlah indikator yang menandakan Eri tak akan mencalonkan diri di Kota Pahlawan.

"Saya mengutip penjelasan Pak Eri sendiri. Jadi, kesimpulan saya, kami ambil dari penjelasan Pak Eri sendiri bahwa dia memang tak maju," kata Sutadi kepada Surya.co.id ketika dikonfirmasi di Surabaya, Selasa (10/3/2020).

Meskipun ia tak mendengar secara langsung, namun itikad tersebut ia terima dari sejumlah media sosial. Juga, dengan beredarnya sejumlah kabar di internal PDI Perjuangan sebagai partai yang disebut akan mencalonkan Eri.

Apalagi, Eri yang dikenal sebagai orang dekat Walikota Surabaya saat ini, Tri Rismaharini tersebut juga belum mengikuti proses penjaringan di partai berlambang kepala banteng. Baik penjaringan di DPC maupun hingga DPP.

"Proses penjaringan di PDI Perjuangan sendiri kan sudah tutup. Mana ada nama Pak Eri di PDI Perjuangan sampai sekarang? Sedangkan PDI Perjuangan menegaskan akan mengusung calon yang mendaftar di partai," sindirnya.

Dibandingkan maju di Pilkada, Sutadi justru optimistis Eri akan memilih untuk menyelesaikan tugas sebagai ASN pemerintah Kota Surabaya. Yakni, dengan menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya.

"Pak Eri masih sangat muda untuk meninggalkan jabatannya. Sebab, untuk maju di Pilkada, seorang ASN kan harus mundur. Apalagi, Bappeko Surabaya juga masih menyisakan sejumlah pekerjaan yang tak mudah," katanya.

Sutadi menambahkan bahwa isu mundurnya Eri Cahyadi dari pencalonan tak mengubah strategi pemenangan dalam mengusung Cawali di pihaknya, Machfud Arifin. "Kami biasa saja, tak ada (skenario) yang spesial," katanya.

Sebaliknya, pihaknya justru berharap tak ada calon tunggal di pilkada. "Selain poros kami, seharusnya ada poros lain. Sehingga, demokratis yang sesungguhnya adalah memberikan pilihan kepada masyarakat," katanya.

Nama Eri Cahyadi memang mengemuka dalam bursa pencalonan di Pilkada Surabaya. Bahkan, dalam sejumlah survei terakhir, Eri juga berhasil berada di jajaran atas tingkat elektabilitas tertinggi.

Misalnya pada survei yang dilakukan Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) soal peluang calon walikota di Surabaya. Dari sisi elektabilitas, Eri mendapat 5,04 persen dan berada di peringkat kedua di bawah Whisnu Sakti Buana (Wakil Walikota Surabaya saat ini) dengan 5,47 persen. 

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved