Grahadi

Pemprov Jatim

Besok Hari Terakhir, Khofifah Tinjau Ujian Sekolah Berbasis Komputer di SMA Trimurti Surabaya

Gubernur Khofifah kembali melakukan sidak peninjauan pelaksanaan ujian sekolah berbasis komputer dan smartphone (USP BKS).

Besok Hari Terakhir, Khofifah Tinjau Ujian Sekolah Berbasis Komputer di SMA Trimurti Surabaya
SURYA.co.id/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan USP BKS di SMA Trimurti Surabaya, Selasa (10/3/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa kembali melakukan sidak peninjauan pelaksanaan ujian sekolah berbasis komputer dan smartphone (USP BKS). 

Usai sehari sebelumnya meninjau USP BKS di SMAN 6 Surabaya, hari Selasa (10/3/2020) ini, Khofifah mendatangi SMA Trimurti Surabaya untuk mengevaluasi pelaksanaan USP BKS di sekolah tersebut.

Jalan kaki dari Gedung Negara Grahadi, Khofifah yang juga didampingi Kepala Dinas Pendidikan Jatim Wahid Wahyudi serta Asisten Setdaprov Ardo Sahak langsung meninjau kelas kelas yang melaksanakan USP BKS.

Khofifah meninjau ruang kelas yang menyelenggarakan ujian sosiologi dan juga biologi. 

Dari kunjungan tersebut seluruh siswa di setiap kelas kompak menggunakan laptop sebagai sarana ujian USP BKS. Tidak ada yang menggunakan smartphone untuk ujian. 

“Ini sebagai monitoring kami untuk pelaksanaan USP BKS. Kita melihat tadi ujian berjalan lancar, anak-anak mengerjakan soal dengan tenang melalui laptop. Kita juga tadi meninjau ruang servernya untuk memastikan semua lancar dan tidak ada kendala jaringan,” kata Khofifah.

Lebih lanjut, Khofifah menyebutkan, bahwa besok menjadi hari terakhir pelaksanaan USP BKS untuk SMA.

Sedangkan untuk SMK sudah dilaksanakan lebih dahulu dan dilaporkan tidak ada kendala yang berarti. 

USP BKS ini penting sifatnya bagi para siswa dalam menentukan kelulusan. Siswa jenjang menengah atas bisa dikatakan lulus melihat capaian nilai belajar dengan komposisi bobot 60 persen dari nilai rerata rapor sekolah dari semester 1 hingga semester 6. Dan USP BKS mendapatkan proporsi penentu kelulusan sebesar 40 persen dengan ditambah dari nilai ujian prakter dan laboratorium.

“Kita harap ujian sekolah ini menjadi dorongan belajar bagi siswa karena penentu kelulusannya 60 persen dari rapor selama belajar dan 40 persen dari ujian lab atau prakter,” imbuh wanita yang juga pernah menjadi Menteri Sosial dan Menteri Pemberdayaan Perempuan ini.

Usai menjalani USP BKS, siswa SMK akan menjalani Ujian Nasional Berbasis Berbasis Kompeter (UNBK) pada tanggal 16 Maret 2020. Sedangkan untuk siswa SMA dan MA akan menjali UNBK pada tanggal 30 Maret 2020 mendatang. 

Meski UNBK kelak tidak akan menentukan kelulusan, Khofifah berpesan agar siswa tetap semangat dan tidak menyelepekan. Sebab nilai UNBK akan digunakan sebagai salah satu parameter saat siswa ingin melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.

“Jelang UN yang akan menjadi yang terakhir untuk tahun ini, siswa tetap harus didorong dan diberi semangat karena perguruan tinggi juga akan melihat UN sebagai sesuatu parameter kemampuan siswa, biasanya untuk jurusan tertentu dilihat nilai mapel tertentu,” tegasnya.

Di sela-sela meninjau pelaksanaan USP BKS, Khofifah juga menyapa para siswa dan mendoakan mereka agar sukses menjalani rangkaian ujian yang akan dilaksanakan ke depan. 

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved