Sambang Kampung

Warga RT 4 RW 10 Kelurahan Gundih, Bubutan, Surabaya Galakkan Cuci Tangan Manfaatkan Air IPAL 

Kawasan RT 4 RW 10 Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan Surabaya ini telah menggalakkan budaya cuci tangan.

surya.co.id/ahmad zaimul haq
OLAHAN IPAL - Warga RT 4 RW 10 Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan memanfaatkan olahan air IPAL untuk mencuci tangan dan menyiram tanaman. 

SURYA. co. id | SURABAYA - Suasana sejuk, rindang dengan akses air bersih akan mudah ditemukan di sepanjang jalan Margorukun gang IV.

Kawasan RT 4 RW 10 Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan ini juga telah menggalakkan budaya cuci tangan. Jauh sebelum Pemerintah Kota Surabaya, membangun wastafel untuk sarana mencuci tangan di sejumlah fasilitas umum.

Kader Lingkungan, Liswati mengungkapkan budaya cuci tangan ini didukung juga dengan poster cuci tangan yang benar. Serta jika melewati perempatan gang, warga akan dengan mudah menemukan wastafel di balai RT kampung.

Bahkan, di setiap dua rumah bisa ditemukan kran air bersih.

"Sumber air ini kami dapatkan cuma-cuma. Kami mengolah air limbah rumah tangga dengan sistem IPAL sederhana, "lanjutnya.

Berbekal tiga tabung IPAL yang iisi ijul dan arang, mesin pompa dan listrik dari balai RT, air limbah yang ada di got kemudian di saring melalui tiga tabung IPAL hingga menjadi air bersih.

"Nggak berwarna, nggak bau juga. Makanya warga senang bisa siram-siram tanaman. Kalau anak-anak habis main juga bisa langsung cuci tangan tanpa pakai air PDAM, " tuturnya.

Secara berkala warga juga bergantian saling mengedukasi budaya cuci tangan agar membiasakan budaya hidup bersih. Dengan demikian warga juga terbiasa membersihkan tangan dan kakinya sebelum masuk rumah.

"Jadi sebisa mungkin warga bisa bersih saat masuk rumah. Ndak bawa kuman dan virus, "pungkasnya.

Tak hanya dimanfaatkan sebagai air siraman tanaman dan cuci tangan. Air IPAL ini juga dijadikan sumber air untuk budidaya ikan dari ember (budikamber) yang dikelola karang taruna.

"2019 kami disumbang 200 bibit, kemudian tiap 3 minggu sekali panen. Biasanya airnya rutin diganti karang taruna kalau malam,"tuturnya.

Motivator Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH), Adi Candra menambahkan Kampung Margorukun gang IV menjadi salah satu kampung unggulan dengan beraneka inovasi diantaranya pemanfaatan IPAL yang mampu menghemat konsumsi air PDAM.

"Mereka buat kran tiap dua rumah bisa untuk cuci tangan. Jadi bisa maksimal pemakaian airnya. Meskipun tidak dikonsumsi tapi bisa hemat kalau siram tanaman, "pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved