Pilwali Surabaya 2020

Warga Ngaglik Sebut Eri Cahyadi Sudah Punya Modal Kontribusi Nyata Bangun Kota Surabaya

Menurut Nina, Eri sudah sejak lama berselaras menjalankan program yang digagas Risma disaat memimpin Surabaya.

Warga Ngaglik Sebut Eri Cahyadi Sudah Punya Modal Kontribusi Nyata Bangun Kota Surabaya
surabaya.tribunnews.com/fatimatuz zahro
Warga Ngaglik Gg V Kapasan Surabaya berkumpul sembari mendoakan Tri Rismaharini, Walikota Surabaya, yang tahun ini menjalani tahun terakhir memimpin Kota Pahlawan sekaligus deklarasi dukungan untuk Eri Cahyadi, Minggu (8/3/2020).  

SURYA.co.id | SURABAYA - Warga Ngaglik Gg V Kapasan Surabaya berkumpul sembari mendoakan Tri Rismaharini, Walikota Surabaya, yang tahun ini menjalani tahun terakhir memimpin Kota Pahlawan.

Nina Agustin, Wakil Ketua RW 8 Ngaglik Gg V menyatakan, warga Surabaya kini juga mulai memiliki pandangan pada sosok yang dianggap paling diperhitungkan untuk bisa meneruskan visi, misi dan mimpi Risma.

Sosok tersebut menurut warga Ngaglik adalah Eri Cahyadi yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Kota (Bappeko) Surabaya. Menurut Nina, Eri sudah sejak lama berselaras menjalankan program yang digagas Risma disaat memimpin Surabaya. 

"Beliau suka turun langsung ke kampung-kampung, mendampingi Bu Risma, ikut membantu program-program Bu Risma. Pak Eri bisa dibilang calon penerus Risma, pasti juga akan terus melanjutkan kinerja bagusnya," ujar Nina.

Warga Ngaglik yang juga punya kebanggaan karena jadi salah satu kampung unggulan di Surabaya Smart City (SSC) yang diinisiasi Eri. Ia berharap ke depannya Surabaya tak jatuh ke tangan orang yang salah. Nina menambahkan, dibanding cawali lain, Eri sudah memberikan bukti kontribusi membangun Kota Surabaya.

"Kepeduliannya, kerja kerasnya, sama kayak Bu Risma. Begitu juga program-programnya Bu Risma, kebanyakan Eri juga terlibat. Warga sini mendukung Pak Eri karena sudah tahu dan merasakan hasilnya," katanya.

Selain itu, kata Nina, Eri Cahyadi sudah punya kiprah yang nyata. Beberapa di antaranya, Eri ikut berperan dalam pembangunan landmark alias tetenger baru Kota Surabaya, yakni Patung Suro dan Boyo setinggi 25 meter di Kenjeran. 

“Kami yang tinggal di Surabaya Timur dan pesisir Surabaya jadi punya lokasi jujukan baru. Artinya, Pak Eri Cahyadi juga berupaya untuk memeratakan pembangunan,” katanya.

Nina juga mendukung Eri Cahyadi karena banyak program untuk warga kecil yang terus dilakukan. Salah satunya, mewajibkan hotel-hotel besar di Surabaya untuk merekrut karyawan asli Surabaya sebanyak 30 persen dari total karyawan. 

“Pak Eri Cahyadi berusaha agar warga Surabaya tak cuma jadi penonton pertumbuhan ekonomi Surabaya yang pesat. Warga Surabaya harus ikut sejahtera bersama kotanya,” kata Nina. 

Hotel-hotel, kata Nina, juga diminta untuk memberi pelatihan kepada PKL-PKL di Surabaya. Tujuannya, produk-produk PKL memiliki standar penyajian sekelas hotel berbintang yang membuat nilai produknya meningkat. 

“Juga standar kebersihan dan penataan PKL di sentra wisata kuliner di Surabaya. Pak Eri Cahyadi sudah melakukan itu semua dengan petunjuk dari Bu Risma,” kata Nina.(*)

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved