Berita Bojonegoro

Diduga Edarkan Uang Palsu, Oknum Anggota Polres Bojonegoro Dipecat dengan Tidak Hormat

Polres Bojonegoro memberhentikan oknum anggotanya karena diduga melakukan tindakan pidana menyimpan dan mengedarkan uang palsu.

Polres Bojonegoro
Upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap Brigadir Supoyo oleh Polres Bojonegoro 

SURYA.co.id | BOJONEGORO - Polres Bojonegoro memberhentikan oknum anggotanya karena diduga melakukan tindakan pidana menyimpan dan mengedarkan uang palsu. Oknum Anggota tersebut bernama Brigadir Supoyo, dia ditangkap oleh Sat Reskrim Polsek Semarang Utara.

Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan, mengatakan telah dilakukan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap Brigadir Supoyo dari kedinasan Polrinya, karena melanggar Peraturan Pemerintah RI Nomor 1 Tahun 2003, Pasal 12 ayat (1) huruf (a), PPRI nomor 1 tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri dan pasal 22 ayat 1 huruf (a).

Peraturan Kapolri nomor 14 tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri dengan putusan direkomendasikan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

"Diberhentikan tanggal 29 Maret 2019, sesuai keputusan Kapolda Jatim. Namun dalam upacara ini Brigadir Supoyo tidak hadir," ujar Budi, Minggu (8/3/2020).

Dijelaskannya, Brigadir Supoyo telah melanggar aturan dan kode etik profesi Polri dengan menyimpan dan mengedarkan uang palsu.

Budi juga mengajak seluruh personel Polres Bojonegoro untuk menjadikan upacara PTDH sebagai bahan pembelajaran dan intropeksi diri agar lebih waspada, berhati-hati, tidak terjerumus dalam tindakan kriminal yang akan merugikan diri sendiri, keluarga, dan institusi Polri.

"Saya sampaikan kepada seluruh personil Polres Bojonegoro dalam kehidupan sehari-hari lebih berhati-hati, jangan lupa bersyukur," pungkasnya.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved